Semua Orang Bisa Menulis? Menurutmu?

Aku tertegun membaca link INI, blog milik mas Bagustian. Bukan karena lombanya atau hadiahnya, tapi ribuan aksara yang terserak di sana membuatku menahan napas sejenak.  Menulis itu menumbuhkan? Apa yang harus tumbuh? Mengapa? Baiklah, ini yang akan kutulis setelah membaca sepuluh manfaat menulis itu.

Banyak orang yang suka nyinyir kalau melihat seorang penulis sedang berkutat dengan tulisannya. “Emangnya menulis itu susah?” “Ngapain sih pake outline segala?” “Kudu gitu ya pake inspirasi?” “Yaelah, nulis sih nulis aja!” Fine. Baeklah Om, Tante, Kakak, Mas, Mbak yang budiman… Menulis memang mudah. Toh kita memang diajarkan menulis sejak bisa memegang bolpen atau pensil. Menulis apa saja dan di mana saja. Kertas, kayu, batu, sprei, taplak, kaca, atau bahkan pasir. Bahkan sekarang, mengetik dengan keyboard pada komputer atau laptop pun bisa dibilang menulis.

“Pekerjaanmu apa?” “Penulis.” Gampang ya? Tapi banyak yang meremehkan karena, “Nulis tuh gak ada duitnya.” Lah, bagi seorang penulis yang benar-benar mencintai dunia penulisan, uang itu hanya bentuk bonus apresiasi hasil kerja. Karena apa pun yang ditulis dari hati, hasilnya pasti indah dan baik.

Benarlah apabila menulis itu menumbuhkan. Yang tumbuh adalah kepekaan. Apa yang terlihat, terdengar, dan terpikirkan maka itulah yang ditulis. Melatih diri untuk mengasah intuisi dan semua panca indera. Membaca apa yang terjadi di sekitar dengan baik. Tapi… Tapi… Bagaimana bisa menulis dengan baik ya, jika membaca saja tak mau? Bukankah perintah pertama Allah itu IQRA? Membaca.

Inilah yang dimaksud menulis itu menumbuhkan. Bacalah tentang rumput, awan, gunung, tembok rumah tetangga, tawa riang anak kecil, pertengkaran dua sejoli, tabrakan maut di jalan tol. antrian panjang pembelian tiket konser, atau  nyanyian sumbang penyanyi di lampu merah. Simpati dan empati yang mengusik jiwa itulah yang akhirnya mendorong kita untuk menuliskannya meski dengan bahasa sederhana. Sebatas 140 karakter di Twitter, misalnya.

Aku? Sama saja. Aku pun masih berlatih untuk mengasah kepekaanku agar tumbuh dengan baik. Semua orang bisa menulis. Masalahnya, mau membaca terlebih dahulu atau gak? Gitu aja sih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s