#malam Dalam Diam Seperti Biasa

Ketika kau tak juga kembali, sepertinya memang tak akan ada masa depan untuk kita. #malam ini buktinya.

Tak perlu diingat betapa kau pernah sangat membutuhkanku. #malam terasa lebih indah tanpamu.

Tak pernah kubayangkan bisa melewati #malam tanpa menangis karena tak lagi menjadi pengganggu mimpimu. Itu bagus.

Mungkin akan ada #malam ketika kamu sangat ingin memohon kembali dengan kata-kata yang kautelan sebelum terucap. Aku bisa apa?

Cukupkan angkuhmu karena tak ingin melukaiku, katamu. Tidak, kau hanya menunjukkan kebodohanmu mengabaikanku. Tak ada lagi #malam penantian.

Kita saling menatap tanpa suara. Terus memantau dari jauh. Tak mampu memulai dan tak mau melukai lebih dalam. #malam meradang perih.

Aku tak pernah menyesali apa yang telah terjadi pada setiap #malam penuh rindu itu. Aku hanya tak suka kita saling mengenal. Akhirnya.

#malam kian pekat. Kamu, sudahkah membasuh ingatan agar luntur semua bayang tentangku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s