Sakit Itu Asli Gak Enak, Jendral!

Gak pernah nyangka sama sekali bakalan terkapar gak berdaya di tempat tidur selama dua hari, tanggal 24-25 Maret kemarin. Kaget banget.

Bermula dari tanggal 23 sore setelah pulang dari kiosnya Akung di Cileunyi. Ketika di kios pun Umar dan anaknya Akung sudah kompakan demam. Malam hari, Umar terbangun dan menjerit ketakutan karena dia melihat segala sesuatunya membesar dalam penglihatan dia. Kubilang bahwa itu hanya halusinasi. Gak usah dipikirkan. Demam membuatnya pusing dan menjadi aneh karena mengigau. Aku memberinya obat penurun panas. Badanku sendiri hanya lelah biasa dan masih membuka laptop meski sebentar.

Tanggal 24 subuh, semuanya berubah. Aku bahkan nyaris gak bisa menggerakkan tubuhku sendiri! Asli kaget. Dan aku pun demam. Karena gak mau berpikiran ngaco, aku memaksakan untuk bangun dari tempat tidur, shalat, dan bebenah rumah. Sempat ke warung untuk beli sayur dan masih bisa masak. Setelah nasi tanak dan sayur sop matang, menyiapkan anak-anak sarapan, dan memandikan Salman, aku melihat Umar yang masih meriang.

Sekitar pukul sebelas siang, aku merasakan dibawah telinga Umar bengkak. Oh, gondongan ketularan Salman. Maka aku mengkarantina Umar untuk gak main keluar rumah dulu. Aku mulai drop. Habis shalat dhuhur, aku rebahan. Mual, kepala pening, dan dari pinggang ke bawah sangat nyeri. Entah.

Sore harinya, antara sadar dan gak sadar, aku mendapati Salman sudah mandi sore. Lah? “Aku yang mandiin lho, Bun!” Umar tersenyum. Aku kaget. Makannya Salman pun Umar yang siapkan. “Gak papa, Bun. Udah, Bunda istirahat aja.” Aku bengong. Umar pun menggoreng sendiri nasinya. Aih….

Kemudian, karena Umar kelelahan dan aku pun tak kuat lagi untuk terjaga, setelah isya, kami tidur bertiga. Sebelumnya aku bertanya pada Umar, apakah jemuran sudah dibereskan? “Udah, Bun. Aku minta tolong Teh Ai.” Inisiatif yang bagus :) Aku dan Umar pun bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Demam pasti menyebabkan kami sering minum dan sering bongkar muat🙂 Capek sih, tapi demi ingin sehat segera, ya harus.

Senin pagi tanggal 25, keadaan belum berubah buatku. Masih demam dan badan sulit digerakkan. Umar sudah tak demam, tapi gondongannya masih. Sakit kepala membuatku berjuang untuk membuka laptop dan bekerja. Hanya sejam dan rasanya mual. Akhirnya dikuasai krucil untuk belajar dari youtube. Baiklah…

Sampai malam, masih tetap sama. Memaksakan diri bergerak rasanya tersiksa. Shalat pun kulakukan sambil duduk karena gemeteran jika berdiri. Salman menjadi manja karena melihat Bundanya sakit. Dia belum paham keadaan, justru mencari perhatian dengan menangis dan bicara dengan suara agak keras. Sedih. Umar sampai agak kesal melihat adiknya begitu ‘menjengkelkan’ di matanya. “Salman! Ngerti napa sih kalo Bunda lagi sakit?” Salman malah melotot. Hyah!

Padahal aku ingin menyaksikan live streaming SUCCESS SEMINAR dari Djakarta Theater lho!😦 Sayang masih gak sanggup buka laptop. Aku hanya melihat update status upline dan live tweet dari Oriflame. Ah, sayang sekali ya? Tapi karena berusaha retweet akun Oriflame padahal sudah larut malam, dapat teguran nomensyen dari seseorang. ♥ Hihihi, seperti biasa, bernada sarkastik.😛

Selasa, hari ini. Semuanya berangsur membaik. Aku sudah bisa membuka laptop dan menyelesaikan tulisan. Umar sudah bermain kembali. Alhamdulillah banget. Selalu ada hikmahnya kan?😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s