Bagaimana Berpuisi yang Baik?

Diambil dari Komunitas Bisa Menulis, tulisan ini rangkuman dari Ayah Isa Alamsyah (suami tercinta Bunda Asma Nadia.)

======

Kebetulan Helvy Tiana Rosa (HTR) penulis buku kumpulan puisi Mata Ketiga Cinta mampir, dan saya sempatkan untuk bertanya tentang sekilas tentang puisi, karena saya buta tentang puisi dan banyak banyak yang bertanya tentang puisi.

Sekedar perkenalan, Helvy Tiana Rosa adalah Dosen Universitas Jakarta, Jurusan Satra Indonesia, pendiri Lingkar Pena, pelopor cerpen Islami Kontemporer dan buku puisinya Mata Ketiga Cinta adalah buku puisi terlaris di Indonesia dan mendapatkan penghargaan dari Anugrah Pembaca Indonesia yang diadakan oleh Good Read Indonesia sebagai Buku dan penulis Puisi Terfavorit 2012.

Di bawah ini adalah beberapa point yang disampaikan tentang puisi:
1. Banyak orang mengira puisi mudah karena terdiri dari beberapa kata, padahal justru membuat puisi yang bagus itu susah.
2. Diksi menjadi faktor penting dalam puisi, kata-kata harus diseleksi dan padat (kalau kata-kata cerpen lebih padat dari novel maka kata-kata dalam puisi lebih padat dari cerpen).
3. Kadang-kadang kita tidak mengerti puisi tertentu tapi bisa merasakan puisi itu bagus. Dan itu sah-sah saja.
TS Elliot bilang puisi yang baik sudah berkomunikasi dengan pembacanya mengerti aslinya (Bisa dirasa itu bagus)
4. Puisi itu bersifat prismatis (memancar berbagai arah) Efek memancarnya seperti sinar dari sebuah prisma. Bisa multi intepretasi.
5. Puisi boleh dan seringkali melanggar gramatikal atau tata bahasa. Boleh ada huruf besar di tengah kalimat boleh, boleh ada kata yang ditulis huruf besar semua. Tidak perlu SPOK dan tidak mesti kata standar.
Misalnya:
Orang bilang ‘angin bertiup’ di puisi boleh ‘angin merangkak’.
Di bahasa umum ‘Pedang menebas leher’ dipuisi boleh ditulis ‘pedang menebas cahaya’.
Dalam puisi Helvy ada kalimat ‘bau tubuh yang laut’ padahal wajarnya itu ‘bau tubuh yang harum’
Misal lain:
Merindukan bulan yang karam di matamu dan aroma pinus hutan kenangan di tubuh (itu simbol), padahal di dunia nyata tidak ada bulan karam di mata
6. Puisi adalah akrobat kata-kata tapi bukan berarti kita bisa tidak selektif memilih kata.
7. Puisi itu simbolik, karena sastra itu bermain simbol (itu yang menjadi prismatis, multi intepretasi makna).
8. Puisi adalah kata bernada, ada unsur rima walaupun tidak AI+AI atau AU+AU seperti pantun zaman lama, tapi harus ada lagunya
10. Jika kata terlalu gelap (abtrack) dan orang tidak mengerti buat apa buat puisi kalau terlalu terang tidak menantang.

Ya, itulah sekilas masukan Helvi Tiana Rosa buat Anggota Komunitas Bisa Menulis yang suka puisi.
Semoga bermanfaat.

6 thoughts on “Bagaimana Berpuisi yang Baik?”

      1. Puisi itu adalah ilmu dan seni. Seseorang perlu menguasai ilmunya dengan baik supaya bisa memainkan seninya dengan baik juga. Untuk menulis puisi dengan baik diperlukan pemahaman yang baik akan ilmunya. Menikmati puisi juga begitu, perlu latihan terhadap cita rasa. Puisi, teh, atau kopi pada mulanya terasa sama saja, tapi dengan latihan, kita jadi mampu mengenali mana yang baik dan mana yang biasa saja.

        Suka

    1. ahahaha, ini kan teori. pada kenyataanya sih aku juga tabrak semua yang ditulis ini. hanya saja untuk para pemula yaaa…. boleh lah masih pake rambu kalo takut tabrakan. ^_^

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s