Kepada Hujan Desember

Hujan, Desember, Bandung, Puisi Mas Oddie.
Lupa terus mau reblog postingan yang satu ini… Baru kesampaian saat inišŸ™‚

Perahu Kayu

rainy window
Hujan Desember seperti tercurah dari langit-langit hatiku. Bukan hujan seperti kesedihan yang basah, melainkan derai kegembiraan yang layak kurayakan. Setiap tetes menjadi kata, lalu membandang dalam puisi dan cerita.

Hujan pandai menggiringku dari jendela ke jendela. Dari dinginnya jendela kamar ke hangatnya jendela di kedai-kedai kopi. Puisi dan cerita lantas semerdu hujan, sesemerbak kopi. Tiada kesedihan yang membentur. Kulupakan kesedihan agar kelak kesedihan lupa pula padaku.

Kepada hujan Desember, basahmu memukau kata. Kuceritakan apapun pada angin yang bercabang-cabang. Angin yang memantul pada kaki. Gigil yang menggetarkan leher. Cerita yang merampas lelap. Lelap menjadi kabut pagi.

Kita saling mengerti. Kauredam deru gelisah. Aku membara dalam cerita. Kota ini milik kita saja. Tanpa batas dan rahasia. Kita sempurnakan Desember. Bawa saja segala awanmu. Jatuhlah dari langit-langit hatiku. Deras sebagai kata.

Bandung, Desember 2012

Lihat pos aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s