Sebulan Ini Berjalan Sendiri

Bukan aku yang sendiri. Tapi jiwaku yang mencari dalam sepi.

Sebulan. Menghitung detik yang terbuang tanpamu. Begitu saja.

Aku tak membutuhkan apa pun kecuali mendapat kembali segala yang pernah kupunya darimu. Dirimu.

 

Aku melihatmu lagi dalam bayangan berbulan lampau.

Senyum yang tetap hangat. Alami. Hanya kita yang mengerti.

Reaksi kimia alami yang terjadi itu membekas. Lekat erat.

Tak bisa terhapus meski kaupaksa dengan emosi yang meledak melukai.

Kenangan itu tetap tinggal abadi.

 

Oh, mungkin kamu memang lebih suka sendiri menepi.

Menikmati segala yang pernah kita punya hanya dalam khayalmu.

Sekuat apa pun kamu menghalau, ternyata tak bisa membuatku menjauh.

Aku tak lagi berjalan di sampingmu. Aku hanya mengawasimu dari jauh.

Saat kamu terjatuh, kau tahu harus menuju ke mana.

 

Aku sudah pulang. Terima kasih sudah menungguku.

Kini, saat kau pergi, kurajut doa hingga mampu hangatkan hari dan hatimu.

Kembalilah saat kau sudah siap.

 

(untuk kamu, yang tak pernah kubayangkan menjadi yang terbaik di hati)

 

One thought on “Sebulan Ini Berjalan Sendiri”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s