Sesuatu yang Singkat dan Membekas Selamanya

Iya, sesuatu yang membekas dan sangat berpengaruh dalam hidupku. Sepertinya sepele, namun cukup memporakporandakan apa yang sudah settled dalam diriku.

Aku membicarakan dua orang yang pernah hadir dalam hidupku. Satu orang berusia 8 tahun lebih muda dan satu lagi 9 tahun lebih tua. Ekstrem banget ya? 🙂

Mereka berdua boleh meninggalkanku demi masa depan yang tak memungkinkanku termasuk di dalamnya. Tetapi ternyata kenangan dari mereka lekat erat dalam hati, jiwa, dan pikiranku. Aku tak mengerti kenapa. Bahkan terlalu banyak simbol dalam kehidupan sehari-hari yang membuatku tak bisa begitu saja lepas dari bayangan mereka.

#senja itu ya seorang good boy 😉

Pemuda itu baiklah kita sebut saja #senja. *dilarang ada yang keselek ya!* Selama tiga bulan menikmati senja bersama-sama membuatku belajar banyak hal, tentu. Dia yang ternyata bisa bersikap bijak dan dewasa melebihi usianya, membuatku kagum. Dialah yang membuatku kuat dan disadarkan bahwa aku masih punya masa depan. Ya, kadang aku lebay hingga cengeng. Gak banget ya?

Ketika dia meminta ijin untuk pergi dan tak kembali, jelas aku kaget dan sempat bingung. Pernah bertanya kenapa tapi tak ada jawaban. Ya sudahlah, aku tak mau memaksa bertanya lagi. Kulihat kini dia memang lebih baik tanpaku. Semakin dewasa dan semoga cepat mendapat jodoh ya? 😉

Pria itu ingin kusebut Patrick. Gitu aja deh. Ingat film Spongebob juga boleh. 😀 *gak nyambung sih* Anehnya, bersama dia pun aku hanya memiliki kedekatan emosional selama 3 bulan. Bersamanya, sudah sama-sama menyadari bahwa sangat tidak mungkin ada masa depan. Kondisinya memang tidak akan pernah bisa. Dia yang pernah berkata tak akan memakai hati, nyatanya terjebak dalam ucapannya sendiri. Pun aku yang pernah bersumpah di masa lalu tak akan mencintai pria seperti dia.  Kami sama-sama sakit. Tapi kami terpaksa menyerah pada keadaan. Tak ada yang bisa diperjuangkan. Maka, jalan terakhir dan paling menyakitkan harus ditempuh. Saling membenci. Aneh? Ya. Tapi kami bisa apa? Larut dalam sedih tak akan membawa kami ke mana pun. Kembali normal seperti dulu rasanya tak mungkin.

sulit mencari image yang pas buat Patrick, tapi ini mendekatilah ya? 🙂

Maka ini yang kami lakukan. Berjuang menipu diri sendiri. Harus bisa. Harus berhasil. Berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaan masing-masing dan mengalihkan pikiran ke hal lain. Meski jujur, ternyata sulit. Tapi memang cara kami untuk pulih berbeda. Kemarin, aku mendapat kabar bahwa dia baik-baik saja. Aku senang. Setidaknya, itu yang terlihat dari luar. Aku mengenalnya. Dia hanya ingin menikmati sakitnya sendiri. Saat ada orang lain, tertawa adalah obatnya.

Aku masih mencintai mereka berdua. Tapi tentu kapasitasnya sekarang berbeda. Pada #senja, sebagai adik. Pada Patrick, sebagai kakak. Mereka kenangan terbaik yang pernah Allah berikan padaku. Dari mereka berdua aku belajar arti berjuang dan bangkit.

Dengan #senja, entah mengapa masih agak kaku bila bertemu. Padahal aku sudah sealami mungkin menghadapinya. Mbuh ya…. Dan dengan Patrick, aku masih harus mencoba bersabar. Allah sedang mengujiku. Juga dia. Entah.

Dari #senja, aku nyaris tidak mendapat apa pun kecuali tawa dan cerita-cerita sederhana setiap hari. Dari Patrick, aku justru nyaris mendapatkan segalanya. SEGALANYA kecuali satu: harapan masa depan. Saat ini, yang kutahu, semua jalan untuk berkomunikasi dengannya 90% terputus. Dia yang memaksa memutuskan. Butuh waktu. Seperti ketika #senja mengganti nomor ponselnya, aku kebingungan karena tidak tau lagi. Tapi aku memberanikan diri bertanya setelah beberapa bulan… Hanya untuk bertanya hal-hal mendesak. Entah dengan Patrick. Mungkin membutuhkan waktu yang agak lama juga. Dia sangat sensitif. Seperti pengakuannya.

Aku tetap akan ♥ mereka sampai kapan pun. Tanpa mereka, kisah ini tak akan pernah ada 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s