The New Journey Will Begin… Soon….

Sebuah keputusan lagi harus kuambil demi anak-anak. Semua ada resikonya. Mungkin, ini yang dikatakan bahwa Allah senang mendengar suara hambaNya yang mengadu padaNya. Maka, Dia menunda memberikan apa yang dibutuhkan si hamba karena suaranya. Ya, dzikir kita, tangisan kita, harapan kita, segalanya… Allah… Allah…. Allah….

Entah sudah berapa lama aku memohon pada Allah agar aku bisa memiliki keleluasaan waktu bersama krucil. Melihat mereka tumbuh dan kembang bersamaku. Karena mereka hanya punya aku (dan Om Adie-nya). Oh tentu saja mereka pun memiliki orang-orang yang menyayanginya. Maksudku, orang yang secara langsung bertanggung jawab terhadap krucil kan aku, emaknya.😉

Aku, masih memohon pada Allah agar aku bisa fokus menulis dan menulis. Tahun 2011-2012 benar-benar masa penuh perjuangan. Sangat letih sebenarnya. Itu sebabnya semua terasa berjalan lambat. Sangat. Hingga pada satu titik, aku berbisik lirih padaNya, “Allah, aku mencintai kedua anakku. Aku pun mencintai duniaku. Bisakah Engkau satukan kami dalam sebuah keadaan yang sama? Kami bertiga berjalan seperti kebiasaan yang sudah dilakukan sejak awal mereka ada. Mereka, aku, dalam sebuah perjalanan.”

Awalnya aku pun bingung dengan doaku sendiri. Terlintas begitu saja. Entah mengapa. Dan setelahnya, aku hanya pasrah mengikuti skenarioNya. Perpisahan di tahun 2011, perpindahan di tahun 2012, dan rangkaian peristiwa yang akhirnya membuatku terperangah. Illahi Rabb! Perlahan rahasia itu terkuak. Harus dengan air mata dan doa. Itu benar adanya. Dan ini yang kusebut keajaiban di depan mata. Justru, kedua anakku yang menguatkanku. Mereka, dengan caranya sendiri, mampu bertahan dan bersabar menghadapi semuanya. Ketakutan mereka sendiri terhadap bayangan masa lalu, kegamangan mereka menghadapi lingkungan baru, dan berusaha menjadi anak baik. Ya, beban mereka teramat besar. Menurut Vei, salut untuk mereka berdua yang sanggup bertahan di tengah badai dan akhirnya bisa menjadi seperti sekarang. Justru menurutku, mereka berdua belum sepenuhnya keluar dari masa lalu. Terutama si sulung. Nafasnya yang tersengal setiap dia emosi adalah bentuk traumanya yang seolah ingin dikeluarkan, “Tolong jangan ingatkan aku lagi yang kayak gini!” Ah😦

Melihat semangat kedua krucilku dengan segala kenaifan layaknya anak-anak lain, aku justru semakin gemetar. Betapa ternyata aku yang lemah dan kekanakan dengan beranggapan bahwa kemampuanku terbatas. Bodoh, memang. Aku, perlahan menyadari. It will never be easy but there will always a way… Masalahnya aku mau menyeberangi lautan dengan segala resiko atau hanya diam dan berharap seseorang menjemputku dengan kapal? Blah! Sama seperti jika aku mempunyai pertanyaan tentang sesuatu pada seseorang. Apakah aku akan tetap diam atau mulai bertanya meski resikonya mendapat jawaban negatif. Pernahkah aku tahu bahwa jawabannya benar-benar negatif atau hanya ketakutanku saja? Mengapa tidak dihadapi dan segera mengetahui jawabannya? Hanya ada 3 kemungkinan kan? 100% ya, 100% tidak, dan 50-50 (ya, tapi atau tidak, tapi). Jika aku tetap diam, seumur hidup aku menghadapi pertanyaan yang sama… “Apakah nanti jawabannya negatif atau positif?” Wasting time, rite?

Maka inilah aku. Inilah kami. Allah, kami berserah diri di jalanMu. Kami yakini bahwa tak akan pernah ada jalan mulus, lurus, dan tanpa hambatan. Tapi kami tahu, Engkau tak akan pernah jauh dari kami…

Bismillah….

2 thoughts on “The New Journey Will Begin… Soon….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s