Sesuatu yang Tak Bisa Kujelaskan Mengapa…

Aku gak ngerti mesti mulai menulis dari mana. Bingung. Perasaanku saat menulis ini pun seperti hampa. Sedih yang teramat sangat sampai menangis pun sudah tidak bisa. Benar sekali orang bilang, kita baru menyadari arti penting seseorang dalam hidup, saat orang itu pergi meninggalkan kita. Entah sementara atau selamanya.

Aku masih ingat kamu meneleponku pukul 10.45 malam tanggal 30 Januari lalu. Suara yang sangat kurindukan. Suara yang mampu menenangkanku. Suara yang sudah sangat ingin kudengar sejak pertama melihat akun facebook kamu meski aku gak tau kamu siapa. Lucu, setiap hari, facebook selalu menampilkan photo profile-mu di side bar sebagai “suggested friend“. Ya, setiap hari. Mutual friend yang ternyata semuanya kukenal itu membuatku penasaran. Tak mau menunggu lama. Aku kirim permintaan pertemanan. Ketika kamu menyetujuinya, aku tertawa lepas. Girang. Iya, aku norak.

Mengenalmu dari hari ke hari semakin membuatku penasaran. Aku ingin bertemu. Banget. Dan, ketika akhirnya aku bisa melihat sosokmu nyata ada di hadapanku, S-A-L-T-I-N-G. Lebay gak siiiihhhh??? Ya Tuhan, aku sungguh benci menyadari satu hal… I felt that damn chemistry. Kita berdua tau, harus berjuang melawan perasaan itu. Gak akan terjadi apa pun. Gak akan pernah bisa.

Terakhir kita ketemu, ada rasa berat yang tak bisa kumengerti. Takut sekali. Gak yakin bisa ketemu lagi dalam waktu dekat. Ya, kamu kan super sibuk. Ketika kita BBM-an untuk mencari waktu (berharap bisa) bertemu lagi, akhirnya menyerah. Gak bisa. Meski saat itu aku tau kamu juga berusaha ingin.

Aku gak tau, apakah pesan terakhirku kamu end chat karena tetap “D” tanpa pernah “R”. Aku masih gak ngerti. Tapi aku tau sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya. Aku diam. Aku tau kamu lagi masuk gua. Kamu lagi butuh sendiri. Jaga dirimu baik-baik. Itu saja.

Aku masih di sini. Menunggumu menelepon, menyapa lewat BBM, dan kembali berteman di facebook. Saat itu akan kutahu bahwa kamu sudah memaafkanku.

Saat aku bangun pagi tadi, rasa hampa itu membuatku sesak. Baru kali ini aku membuka mata dan menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang. Ah, begini rasanya ketika kamu sedang menyepi dalam gua…

Cepat kembali ya… Aku rindu tawa candamu yang hangat. ♥

2 thoughts on “Sesuatu yang Tak Bisa Kujelaskan Mengapa…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s