Mengubah Jalan Hidup Sesuai Keinginan

Kamu tak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sebuah awal yang buruk, namun kamu bisa membuat akhir yang indah, mulai saat ini.

~ Mang Ujang ~

Bagus aja baca fesbuk dapet kata-kata beginian lagi dari desye. Lumayan buat postingan baru. Hehehe…

Itu benar. Kita emang gak bisa balik ke belakang (apalagi pake mesin waktu) trus berusaha ngubah yang jelek-jelek biar jadi bagus. Beuh, ngalahin Tuhan, no? Penyesalan selalu dateng telat. Ya kalo duluan sih namanya booking, dwong!

Kadang, secara reaktif aku suka menyesali sebuah kejadian jelek. Tapi gak lama. Biasanya sehari kemudian (setelah emosi reda) aku bisa mikir jernih dan justru bersyukur gak berhenti. Ada hikmah yang disiapkan Allah untukku. Apa pun itu.

Sudah terlalu banyak hikmah dari rentetan kejadian yang membuatku menangis dan kecewa. Tapi gak lama mengubahnya menjadi syukur luar biasa. Allah paling tahu cara membuatku mendekat padaNya.

Detik aku menulis ini, ketika dihadapkan pada dilema dan hantaman ujian dari berbagai sudut, aku masih bisa menyebut namaNya patahpatah. Memohon ampun. Aku tahu, semua keburukan terjadi karena ulahku sendiri. Ditambah dengan “sedikit” ujian dariNya. Sakit, memang. Fisik dan psikisku terkikis. Lelah. Tapi aku masih bisa bernafas. Sekilas, ini seperti siksaan. Tetapi langsung aku sadar bahwa lebih baik aku mendapat hukuman Allah di dunia ini ketimbang aku “menikmatinya” secara abadi di akhirat. Ogah!

Aku sedang akrab dengan dosa. Ibarat masuk kubangan lumpur, aku sedang ditenggelamkan di sana. Meski sulit bernafas dan ingin segera keluar, tetapi ada yang menghalangi. BELUM! Belum saatnya aku keluar dari lumpur hitam ini. Pangeran berkuda putihnya belum datang. Sepertinya sedang membeli Haagen Dazs Green Tea buatku. *ini apa deh*

Dalam lumpur ini aku dipaksa untuk mencari jalan keluar. Mengubah jalan hidup. Dalam lumpur ini aku sama sekali kesulitan bernafas. Tapi aku gak bisa diam hanya dengan menangis. Aku memaksakan diri mencari pijakan. Ya…. Pijakan. Tapi gak ketemu. Saat ini aku nyaris menyerah. Beruntung, aku dikelilingi orangorang yang mengerti kelemahan dan kepanikanku. Emosiku yang mudah berubah.

Zul, Sai, Ichy, Sary, Danny, pakde Bambang, Sean, Ken, John, Al, Vei, dan tentu saja kedua mujahid kecilku yang gak pernah menyerah untuk menyemangatiku. Juga semua yang mengerti mengapa… Mereka cahayaku. Terima kasih untuk selalu menyisipkan nama Umar & Salman dalam doa kalian….

Semoga Allah tetap bersama cintaNya untukku…

2 thoughts on “Mengubah Jalan Hidup Sesuai Keinginan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s