Yang Sulit Dijelaskan

Entah. Ya, entah aku harus bagaimana menjabarkan rasa ini. Namanya juga bingung. Asli deh gak pake ngeles.

why?

Hanya bertiga di rumah itu rasanya gimana gitu ya? Hampa. Yang jelas, sepi. Bukan soal pembantu rumah tangga ini sih. Tanpa pembantu pun aku bisa ngerjain semuanya, tapi pasti hasilnya amburadul gak jelas.

Awal tahun masehi yang penuh tantangan. Pekerjaan kantor yang bertubi, anak-anak yang butuh perhatian 100%, tenggat menulis beberapa naskah, dan gak punya me-time bahkan untuk sekedar bekam. *sigh*

Tapi balik lagi ke masalah geje bin aneh bernama rasa hampa yang bikin aku selalu ketakutan. Gak tau juga rasa ketakutan apa yang selalu menyerangku saat sore tiba. Tau-tau suka nangis sendiri. Ajib, no? Tauk deh.

Aku mencoba menerjemahkan itu sebagai rasa… Butuh perlindungan dan kenyamanan. Kalau terkadang aku ngetwit “overwhelmed” dan “megap-megap” itu karena aku butuh dipeluk. Makanya aku suka ngetwit “teletabis mana teletabis?” Kadang, twit itu untuk becanda menanggapi twit teman alias nyamber, atau emang beneran lagi butuh.

Gak ada yang suka kenangan buruk. Pun aku. Setiap sore tiba. Ah, bahkan sejak pukul dua siang pun, bila langit sudah gelap, perasaan itu sudah mengusik. Hanya dan jika di rumah. Makanya kenapa, aku sekuat tenaga menghalau pikiran aneh itu dengan menyibukkan diri. Tapi teteup ya, kalut itu ada…

Aku pun masih sulit menjelaskannya hingga detik menulis ini. Gak ngerti. Abaikan saja.

2 thoughts on “Yang Sulit Dijelaskan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s