Menghidupkan Harapan Sekecil Apa Pun

“Harapan itu ada setelah kamu berusaha. Jadi jangan pernah berharap jika kamu tidak melakukan usaha apa pun.”

(sebut saja Ken)

https://i0.wp.com/img0.etsystatic.com/000/0/6169999/il_570xN.207956852.jpg

Terdiam. Mencoba mencerna maksud kalimat itu. Entah, apa yang berkecamuk dalam hatiku saat Ken melontarkan kalimat itu. Tapi seandainya aku menghentikan usaha itu, pastinya akan sangat menyesal. Karena… Kita tak pernah tahu masa depan. Maka, selain berharap, tentu saja aku berusaha mewujudkannya dan tetap berdoa.

Doa, senjata terbaikku selama ini. Bersimpuh, merendahkan diri ke tanah. Menyadari kelemahan diri yang terlalu angkuh dan senantiasa memaksakan kehendak pada-Nya. Padahal, belum tentu yang kupinta itu benar kubutuhkan. Kadang, emosi dan nafsu yang bermain. Nalar menjadi tak berarti.

Sekecil apa pun harapan itu, pertahankan. Itu yang Ken minta padaku. Hingga tak lagi aku meyakini bahwa harapan itu akan menjadi nyata. Jika aku menyerah, selesailah semuanya. Waktu dan tenaga terbuang percuma. Apa yang kudapat? Hanya rasa kecewa. Tak ada lagi.

Maka di sini, aku bertahan. Dengan doa patah-patah… Lirih nyaris tanpa suara. Memohon pada-Nya… Aku tahu apa yang kubutuhkan. Dia pun Maha Tahu. Aku menunggu jawab-Nya dalam jiwaku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s