Ada Apa di Tahun 1434 Hijriah?

Konyol dan tolol. Iya, dua kata itu pantas deh aku dapatkan ketika 2x melakukan kesalahan menuliskan ucapan selamat tahun baru Hijriah. Aeh, matek!

Miss you much #mygoodboy …. Happy new year 1 Syawal 1434 H….❤” <– twit pertamaku. Ada yang aneh? Yup!

@sigit_rhj membalas: “Lebaran teh ? Lol RT @andiana: Miss you much #mygoodboy …. Happy new year 1 Syawal 1434 H…. <3”

@agnasky juga membalas tapi twitnya dihapus. Ih!

Aku mengulang kesalahan itu lagi.

Love you more #mygoodboy ♥ thanks for the great beginning today … Happy new year Syawal 1 Muharram 1434 H.” See my fault?

@agnasky beraksi pertama kali dengan mengatakan bahwa masih ada kata  “Syawal” di sana. Waduh!

Diperparah dengan komentar @lelakibudiman.

1. Tahun syawal? «@andiana Love you more #mygoodboy ♥ thanks for the great beginning today … Happy new year Syawal 1 Muharram 1434 H.»

2. Maaf mbak, setahu saya dalam penanggalan Islam disebut tahun baru hijriah, bukan tahun baru syawal. @andiana

Yang ini dari @AzazieL_diablos: “@andiana syawal skali saya hari ini.. udah jatuh tertimpa tangga.. eh itu sial ya?”

Dan beberapa nomensyen. Antara pengen ketawa dan gondok😆 Salah satunya ini: @lelakibudiman: Iya mas, kebanyakan pikiran «@sigit_rhj Mbak Andiana lagi galau akut, salah bisa double combo gitu»

Baiklah, aku mengakui kesalahan. *melangkah gontai* Ya teteup dong di-bully sama si Budi. *keplak*

Oke, cukuplah intermezzo noraknya😀

Tak sampai 30 menit setelah kehebohan kedua, seolah ada yang aneh dalam hati dan pikiranku. Tentang tahun baru ini. Karena pas malam tahun barunya, aku memang bertemu “#mygoodboy” dan reaksi pertamanya saat melihatku adalah, “Asyik, akhirnya ketemu lagi. Excited!” Dengan ekspresinya yang lucu. Aku melihatnya sebagai surga kecil. Tapi juga memahami ketika aura dan bahasa tubuhnya menjaga untuk tidak gegabah. Smart man. That’s why i love him.😉

Kami memiliki pola komunikasi yang unik dan tanpa perlu banyak aturan, mengerti kapan berbicara dan kapan mendengarkan. Biasanya, selalu, aku yang bercerita panjang lebar sementara dia menyimak dengan penuh perhatian. Setelah pembahasan ringan, giliran dia yang cerita. Tentang apa saja. Dia, mencintaiku dengan caranya. Cara yang pernah tak bisa kumengerti demikian adanya. Ketika aku mulai terbiasa, semua berjalan dengan baik. Tidak emosional. Wajar dan tenang. Menyenangkan.

Malam tahun baru Hijriah bersamanya meski hanya 2 jam itu menyenangkan. Entah mengapa, tibatiba saja sesuatu terlintas di pikiran dan terasa di hati setelah membahas sekali lagi kalimat, “Kita bisa memilih dengan siapa kita menikah. Tapi kita gak pernah akan bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta.” Dia mengangguk dan raut wajahnya sempat tegang. Seketika itu, kami merasa sangat takut bila saling kehilangan. Lebay? Biarin aja. Dia pernah bilang, “Lebay is my middle name.” Ahahahaha😆 Samanya denganku, yang berkata, “Galau tuh nama tengah gue.”

Selalu berat setiap menyadari waktu yang tak banyak itu telah habis. “Aku pulang ya?” pamitnya dengan wajah mencoba tersenyum. Tapi kami memiliki harapan bahwa kami pasti akan bertemu kembali. Pernah, suatu ketika, dia menanyakan bagaimana bila kami tak bisa saling bertemu lagi? Aku tak menjawab. Bukan bagianku untuk menerka masa depan. Aku selalu bilang padanya, “Kita tak pernah tahu masa depan seperti apa. Biarkan mengalir.” Dia setuju.

Jadi, ketika aku salah 2x menulis Muharram menjadi Syawal, yang terlintas adalah permintaan menunggu di bulan Syawal tahun depan. Entahlah. Aku hanya mengamini bila itu memang kehendak Allah.🙂

 

~menunggu di batas waktu~

2 thoughts on “Ada Apa di Tahun 1434 Hijriah?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s