Membongkar Karakter Para Bajingan

Whoah, judul yang bakalan langsung dikomen sama Sean jika dia baca. Saat aku menulis ini, dia sedang sibuk. Setidaknya aku aman. #eh

bisa ketebak kan mana sanguin, koleris, plegmatik, dan melankolis?😉

Kita mulai dari John. Paling asyik menyimak tulisannya dan berbincang ngalor ngidul sampai ngakak. Humoris. Tapi juga sangat sensitif. Tipe Sanguin-Melankolis yang disukai banyak orang. Terutama, tentu saja, perempuan. TAk perlu wajah ganteng, katanya. Itu sih relatif. “Yang penting aku menyenangkan dan memuaskan. Ahahahaha… ” Tawanya berderai dan aku ikut tergelak. John orangnya cuek. Aku nyaman bercanda dengannya. Tapi kalau sensinya lagi kumat, jangan disenggol deh.  Bakalan dianggap gak ada! (kataku lho ya!)

Kemudian beralih ke pria yang tak akan bisa ditebak bernama Bob.  Aku selalu terkaget-kaget dibuatnya. Kadang dia super romantis dengan kalimatnya yang bak pujangga kenamaan. Kadang dia sangat sarkas dengan diksinya yang dipilih seenak jidat. Kadang dia terlalu cuek dan tak peduli dengan sekitarnya. Si plegmatik-koleris ini selalu membuatku berdebar karena takut. Halah! Dia bisa dengan mudah melupakan kejadian yang baru dilaluinya sejam yang lalu! Sadis, menurutku. (tapi logikanya selalu membenamkan emosiku.)

Kalau berbicara tentang Sean, aku hanya bisa tertawa kecil. Cueknya dia justru menjadi daya tarik. Katanya sih ini juga😀 Lumayan sering di-bully oleh orang, tapi gak sakit hati. Hanya saja yang menyebalkan dari si sanguin-koleris ini adalah kalau bercanda suka kebangetan. Selamat menikmati sakit hati kalau diledek dia. Humornya masih kalah dari John, tapi dia juga tak peduli kalau ternyata lawakannya garing. Dia tak sedang ingin menyenangkan orang, katanya. Cuek dan bisa memerintah orang dengan apa yang dia punya hingga orang lain tunduk. (dia juga suka seenak jidat mengajarku untuk tahan banting. *dikata barang pecah belah?*)

Terakhir adalah Ken. Misterius. Sulit ditebak. Aslinya agak pelit kalau bicara. Tapi bercanda di alam maya bisa konyol dan bawel. Sebagai orang plegmatis-melankolis, dia mudah tersentuh perasaannya tapi juga bisa dengan cuek seolah tak peduli apa kata orang lain. Pelupa, satu kelemahan dia. Romantis, dia banget. Tapi ya itu dia, seringnya menguji kesabaran orang lain yang dekat dengannya. Dia bilang padaku bahwa jarang orang yang mengerti kalau dia sangat tertutup. Hanya mau terbuka pada orang yang dianggap istimewa baginya. (aku boleh geer gak?😛 )

Nah, gitu aja sih. Lagi iseng dan kangen sama mereka.🙂

 

~di tengah malam saat langit semakin pekat~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s