Masihkah Meragukan Cinta-Nya?

Allah Maha Baik padaku hari ini. Betapa, cinta-Nya menyapa dan  melindungi tanpa terduga. Dimulai dengan pagi yang indah karena pinjaman lunakku disetujui. Uwuwuwuwu…  Alhamdulillah banget! Aku bisa bernafas lega sejenak. Demi anak-anak.

Kemudian sebotol minuman bersoda lumayan membuatku serdawa. Aku masuk angin parah. Tapi setidaknya itu memang rejekiku saat itu.

Ini paling hits. Lolos dari rencana pencopetan berkomplot di angkot Kalapa-Dago saat aku hendak ke jalan Tubagus Ismail. Allah pelindung sejatiku! Begini ceritanya: Saat aku naik angkot (aku duduk di belakang supir) dari perempatan Djuanda-Merdeka, hanya ada 4 mahasiswa dan aku. Kemudian, di lampu merah dekat jalan layang, naik lagi 4 orang pria dan turun 2 mahasiswa. 2 pria duduk di samping kiriku, yang 2 lagi di pojok belakang. Kemudian tak lama naik lagi seorang pria membawa ransel hitam besar namun sepertinya tanpa isi.

Tiba-tiba pria yang duduk persis di sampingku membuka jendela dan berteriak kalau jari kelingkingnya terjepit. Asli teriakannya kayak banci! Najis dengernya juga. Ih! “Aww… Awww… Awww aduh sakit!” Awalnya aku kaget dan berniat membantu dia. Tapi tetiba juga merasa ganjil karena sepertinya tidak terjepit. Ngehe, sumpah! Dia menjerit terus seperti tangannya digergaji gitu deh! Koplak! Aku yang merasa useless jadi kesel sendiri dan bergeser ke bangku dekat pintu yang membelakangi supir. Herannya, dia duduknya kok malah mepet ke aku sih? Dan yang membuat insting aku nyala, si pria dengan ransel itu tiba-tiba menutupi tasku dengan ransel bututnya itu. Aku mendelik ke pria itu sambil telinga dan badan tetap waspada dengan pria bersuara banci itu. Aku kaget karena retsleting tas sudah terbuka sepanjang 10 senti. Waduh! Pikiranku saat itu adalah lompat dari angkot.

Tepat ketika aku mau lompat, si pemilik ransel mencegah dengan bilang, “Kalem atuh, Bu. Kalem. Gak papa kok.” Apanya yang gak papa, nyet! Duduk dipepet gitu kan geje! Aku sudah pasang muka judes dan kesal banget. Liat aja deh! Udah gitu ini supir dan teman di sebelahnya seolah tidak mau tahu dan tetap asyik rumpi berdua. Sotoy!

Kemudian di lampu merah simpang Dago, orang-orang aneh itu turun semua. Wajah mereka kesal. Aku, segera merogoh ke dalam tas. Tentu saja itu adalah gerakan refleks ketika mencurigai keamanan barang pribadi. Alhamdulillah lengkap. Dan aku juga langsung keceplosan menyumpahi para perampok amatir itu. Juga si supir yang koplak beserta temannya. Kesalnya belum hilang.

Aku turun di dekat Jalan Tubagus Ismail dan berjalan menuju kedai es durian yang makyus di sana. Hujan lumayan deras. Tapi sebanding dengan pempek kapal selamnya yang endang bambang😉

Baru buka bbm setelah reboot,  ada pemberitahuan rejeki dari Allah selanjutnya. Duh Cintaku, nikmat dari-Mu yang mana lagi yang akan kudustakan? Kemudian aku mendapatkan 10 tiket gratis konsernya teh Nining Meida. Duh, rezeki berikutnya!

Terakhir adalah bertemu dengan seseorang dan curhat dengannya sambil tertawa. Menyenangkan mempunyai teman berbagi seperti dia. Ah, indahnya🙂

Kalau dipikir-pikir, awal hari ini adalah sedekahku yang nilainya tak seberapa dan sepotong doa ketika memasukkan uang ke kencleng, “Yaa Allah, selamatkan aku dan anak-anak dari segala keburukan pada hari ini. Limpahkan rezeki penuh berkah, berapa pun jumlahnya dan apa pun bentuknya. Aaaminn.”  Terima kasih yaa Allah, sungguh cinta-Mu adalah segalanya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s