Catatan Ringan dari #bahasbahasa Danny

Baca linimasa Danny ( @daprast ) tentang #bahasbahasa, aku merasa wajib untuk menuliskannya kembali. Sekedar pengingat pada diri sendiri, tujuan berbahasa sehari-hari itu apa?

=-=-=-=

Topik bahasa ini memang selalu jadi topik yang hangat. Selalu seru. Tapi kita nggak bisa seratus persen idealis. #bahasbahasa

Kalau mau dipikir-pikir, orang Indonesia itu hebat, karena minimal bisa dua bahasa. #bahasbahasa

Bahasa pertama, biasanya adalah bahasa daerah. Lalu, bahasa Indonesia menjadi yg kedua, karena diajarkan di sekolah.#bahasbahasa

Kemudian, ditambah lagi dengan bahasa Inggris, yang digadang-gadang sebagai bahasa Internasional. #bahasbahasa

Dalam berkomunikasi, kita kadang bingung sendiri. Mau pakai bahasa yang mana? #bahasbahasa

Tentu saja, kita bebas memilih. Kalau memang paling tepat dengan bahasa daerah, ya pakailah bahasa daerah. #bahasbahasa

Permasalahan utama dalam berbahasa adalah: bila tak diasah, akan musnah. #bahasbahasa

Sementara, untuk bisa bersaing di dunia global, kemahiran berbahasa asing pun perlu terus menerus diasah. #bahasbahasa

Di era global seperti ini, mempertahankan idealisme memang sulit, terlebih dalam menggunakan bahasa utk komunikasi. #bahasbahasa

Saranku, sederhana saja. Kembali pada dua hal: identitas dan tujuan. #bahasbahasa

Sebagai orang Indonesia, tentunya kita dituntut mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. #bahasbahasa

Kita juga pewaris budaya dari masing-masing suku kita. Setidaknya, kita tidak awam dengan bahasa daerah kita sendiri. #bahasbahasa

Tujuan kita berbahasa asing, apa? Bila memang untuk komunikasi, asah. Untuk pamer, ya nggak usah. #bahasbahasa

Menurut pendapatku, titik beratnya bukan pada “bahasa apa yang dipakai dalam berkomunikasi,” tapi “bagaimana memakainya”.#bahasbahasa

Bahkan ketika kita merasa menggunakan bahasa Indonesia, tetapi secara sadar melanggar tatanan kebahasaannya, ya percuma.#bahasbahasa

Oh, ya, bahasa itu dinamis. Bahkan ketika “ciyus”, “miapah”, “cungguh”, merebak, itu suatu pertanda betapa bahasa itu hidup.#bahasbahasa

Mungkin teman-teman sebaya masih ingat ketika kita dulu menggunakan “doski”, “doi”, “dokat”, “sepokat”? Itu penanda generasi. #bahasbahasa

Toh, kita juga harus berhati-hati, jangan sampai bahasa yang asli mati. #bahasbahasa

Kesimpulannya, mau pakai bahasa apa, bebas-bebas aja. Selama bahasa itu dipergunakan dengan baik dan benar. #bahasbahasa

——

~ Daniel Prasatyo ~ ( Guru Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing  – tinggal di Ubud )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s