Antara Afirmasi, Doa, dan Harapan

Sederhananya sih: Semesta Mendukung. *ini judul pelem, yak?*

you need to give love to gain love, the more you give, the more you receive.. its so natural…. (R. Okke Chandra)

Entah, setelah aku ber-bbm-ria dengan Vei, aku jadi ingin menulis ini. Sebenarnya enggan. Tapi setidaknya untuk pengingat jika kelak aku tiada. (whoshah!)

Apa yang kita pikirkan saja sudah tercatat oleh malaikat. Tau apa namanya, anak-anak? Pinter! Niat! Tetapi, niat buruk tak akan mendapat nilai jelek bila belum dikerjakan. Sebaliknya, niat baik sudah mendapat satu poin walau entah kapan dikerjakannya. Gitu lho!

Aku, dalam seminggu ini seperti tersedot ke masa silam. Masa kecilku. Tetiba juga teringat kata-kata dari #mygoodboy… “Kamu, seperti menjawab apa yang kuharap dari masa kecilku.” Weird enough. Tapi, dengan atau tanpa kalimat itu pun aku tetap terseret. Dua puluh tahun lampau. Di sebuah gang kecil di Cirebon. Membaca sebuah komik terbitan Elex Media. (generasinya Candy Candy mana suaranya???) Lupa judulnya apa, yang pasti Serial Cantik. *ngikik kalo inget* Biasalah, terjemahan dong. Dan si penerjemah seenak jidat mengganti nama tokohnya dengan ***** (sori ya pren, sensor demi keselamatan bangsa. #eh )

Kemudian, aku (tanpa sadar dan tanpa kuketahui) mulai mengafirmasikan nama itu dalam hati dan pikiran. Juga bagaimana fisik yang kuinginkan untuk membentuk tokoh ***** itu menjelma nyata. Meski saat sekolah aku tak menemuinya, afirmasi tanpa sadar itu terus ada. Sampai, seseorang yang mirip aktor Jason Bateman (Silakan googling) pun seperti mewakili pria idamanku. Kemudian, saat kuliah, aku berkenalan dengan senior bernama itu. Awalnya sih gak ngeh. Tapi kemudian seperti tersengat, aku mengingat kebali tokoh komik itu. Tapi gambarannya tidak sama. Hanya namanya saja. Tentu saja, karena hati kecilku berkata bukan dia, maka aku tak terlalu kehilangan waktu dia ternyata menikah dengan teman SMP-nya.😀

Sebelum lanjut dengan afirmasi pertama ini, aku punya afirmasi kedua yang kusebut “rencana cadangan”😆 Gini, pasti tau ya siapa itu Jonathan Rasleigh Knight? Salah satu anggota NKOTB yang ngehits akhir 80an dan awal 90an itu. Dia kelahiran 29 November 1968. Guess what? 12 tahun lebih tua dariku dan berbintang Sagitarius. Yes, memang ini norak dan gokil but i had a dream that someday i would get a man like him. Nguik! Di saat yang sama, aku juga lagi demen banget ama aktor-aktor Mandarin. To mention some: Lin Ce Ying, Kuo Fu Chen, Cin Cheng Wu, and Sun Yao Wei. Gak masalah kalo gak familiar. Ngerti kok😀 Pikiran selanjutnya? “Gue kudu punya pacar bahkan kalo bisa suami orang Cina.” Gabungkan semua afirmasi kedua itu dalam satu orang: bapaknya Umar dan Salman. *no hurt feeling*

Nah kembali pada afirmasi pertama, sempat tertimpa oleh afirmasi semu. Kupikir ya, ternyata hanya sebagai penghibur setelah aku terpuruk tahun lalu. Tapi justru melalui kenangan bersama dia, aku mendapat kesempatan hari ini.

it is your duty to keep him in love to you…. caring one love relationship is just like nurturing a garden, you gotta take care your garden, fill it with passion, grow patience, guard it against anything that will destroy your garden, water it with attention, and you guys will live happily ever after inside your garden of love (R. Okke Chandra)

Entah, cerita ini belum bisa dituntaskan dalam satu postingan ini. Hingga saat ini, aku masih tetap berdoa dan berharap bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. Apa pun itu.

“Inget ya Annn, sebuah cinta tidak pernah mati akibat kematian yang alami. cinta mati karena kita tidak tahu bagaimana untuk memelihara sumbernya. Cinta biasanya mati akibat kebutaan, kesalahan, dan pengkhianatan. Cinta juga bisa mati karena terluka, atau mati karena kelelahan, atau karena layu atau karena ternoda…. cintamu dijaga jangan sampe mati kaya gitu ya nak!” (R. Okke Chandra)

Aku nyengir waktu baca semua wejangan dari kang Okke. Untuk hal ini, jujur aku masih kesulitan, tapi aku tetap mau bertahan. Orang lain mengatakan aku bodoh. Tapi aku tak peduli. Tuhan tak menganggapku demikian. Tuhan memberiku episode kehidupan kali ini bukan tanpa tujuan. Aku tahu Dia sedang mengingatkanku tentang afirmasi pertamaku itu. Hanya saja, memang tak mudah untuk mendapatkannya. Untuk itu semua, Tuhan berikan aku ujian kesabaran. Seperti #mygoodboy selalu bilang, “An, sabar. Kamu tuh tipe yang pengen serba cepet ya?” Hihihi…

Ya, aku tetap sabar menunggu hingga di batas waktu… #terEdcoustic😉

2 thoughts on “Antara Afirmasi, Doa, dan Harapan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s