The Way You Cheat On Me

Mobil sedan berwarna biru tua metalik itu berhenti tepat di depan hidungnya. Tanpa banyak cakap, Nia masuk ke dalam mobil dan melihat Sandi yang tetap menatap lurus ke depan. Tanpa menyapa sama sekali. Nia membanting pintu mobil, menghempaskan pantatnya ke jok, dan mendelik ke arah Sandi. “Lu gak usah sok protes gitu, deh!” ketus Nia sambil memainkan iPhone-nya.

Seat belt tuh pake!” Sandi tetap tak menoleh. Nia menarik nafas berat dan memasang sabuk pengaman.

Sepanjang perjalanan dari Cirebon menuju Jakarta, Nia benar-benar tersiksa didiamkan begitu saja. Tanpa satu kata pun yang terucap lagi dari bibir Sandi. Bahkan, Nia terpaksa menahan rasa ingin buang air kecil karena takut untuk bicara.

A hundred days have made me older
Since the last time that I saw your pretty face.
A thousand lies have made me colder
And I don’t think I can look at this the same.
All the miles that separate
Disappear now when I’m dreamin’ of your face.

Di suatu tempat di Cikampek. Sandi menghentikan mobilnya dan menyuruh Nia keluar. Meski bingung, Nia menuruti perintah tunangannya itu. Sekalian saja, Nia meminta ijin untuk ke kamar kecil. Satu-satunya kesempatan, mungkin. Sandi mengangguk pelan dan acuh.

Baru selesai melepas hajat dan hendak membuka pintu WC, Nia terjatuh karena dikejutkan oleh suara ledakan yang begitu kencang. Ia menjerit dan berlari keluar. Saat melihat sumber api, seketika itu pula dia pingsan.

**

Nia membuka mata dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang asing. Ia tak mengenal tempat ini. “Ah, Nia sayang. Ini Mami, Nak. Kamu sudah sadar?” tanya seseorang yang mengaku Maminya. Sulit bagi Nia mencerna apa yang terjadi. Ia tak bisa mengingat apa pun. Sungguh, ia tak mengenal wanita paruh baya ini. Siapa?

Letih ia untuk berpikir. Sayup, ia hanya mendengar sebuah lagu. Tetap saja ia tak bisa mengingat. Seseorang masuk ke ruangan dan menyapa, “Nia sayang, aku gak pernah suka pengkhianatan. Apa lagi dilakukan oleh tunanganku sendiri. Terima kasih untuk tidak bertanya. Tetaplah diam.”

“Andre….” bibir tipis Nia hanya menggumam nama itu.

The miles just keep rollin’
As the people leave their way to say hello
I’ve heard this life is overrated
But I hope that it gets better as we go.

—–

1 September, di sebuah sudut kamar yang mendua.

#30HariLagukuBercerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s