Sekeping Hati dan Sayap Patah

Ada seseorang, dengan rindu memusim, sedang menggugurkan kenangan yang menghujan di dadanya.

~Khrisna Pabichara~

mungkin ada baiknya aku segera terlelap. menghapus perih hari ini. mengubur luka yang tak bisa terobati. karena lawan cinta bukanlah benci.

tak perlu mengucap maaf. jangan buang tenagamu untuk sebuah usaha sia-sia. tak perlu merebut perhatianku dengan kebodohan yang nyata.

tak akan aku terdiam bisu menatap jalan yang lengang. ketika sunyi itu menghempasku dan memberiku kenyataan. ya, kau tak ada untukku.

mungkin benar ketika hati merasa ada yang hilang. saat kutengok, sekeping rindu terkoyak nyaris tanpa bentuk. ia tersakiti tapi tak mengeluh

entah apa yang harus kulakukan padanya. menguburnya atau membiarkan seseorang datang dan mengobati luka itu? tapi menunggu sampai kapan?

mungkin, aku memang harus membiarkan luka itu abadi…

sayapku patah. ia terinjak oleh keragu-raguanmu. aku diam karena kutahu tak ada gunanya kuprotes memintamu menyembuhkannya.

aku masih percaya. saatnya akan tiba. seseorang tanpa ragu mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata dan membasuh lukaku. entah kapan.

juga untuk meminjamkan sayapnya. tanpa ragu. kemudian membantuku terbang, mengembalikan rasa percaya diri. menguatkanku tanpa banyak bicara

~di sebuah kubikel, sudut sepi tanpa nyali~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s