Kepompong Ramadhan Kali Ini…

Jujur, aku menulisnya sambil menangis dan jemariku gemetar. Kembali, kutoleh ke belakang… Setahun lalu…

Aku kok ya rasanya gak sanggup untuk melepas Ramadhan yang sudah setengah jalan ini. Aku kaget banget ketika tersadar ada foto bulan purnama di Facebook. Illahi Rabb, sudah 15 hari? Maka itulah hari ini aku menangis. Aku telah melewatkan Nuzulul Quran. Aku dzolim pada diriku sendiri. Kesibukan duniawi ternyata tak juga membuatku sadar. di ujung Ramadhan, sudah pantaskah bila aku memasuki lembar baru yang fitri?

Masihkah aku pantas mendapat jannah-Nya? Oh, setidaknya untuk mencium wanginya saja? Masihkah? Dengan segala yang terjadi selama tiga bulan ini… Hey, sudah tiga bulan sejak aku bertemu dengan (sekali lagi) mimpiku. Ah, antara mimpi dan bersama ke Jannah, sungguh sepertinya mustahil. Betapa jauhnya…

Cinta Allah yang sedemikian luas dan dosaku yang setinggi gunung… Apakah sebanding? Setelah apa yang terjadi tiga bulan lalu? Kehinaanku sebagai hamba, masih pantaskah aku? Adakah kesempatanku untuk mengais dan mengemis cinta-Nya? Sungguh aku tak mau gagal melewati proses Ramadhan kali ini. Entah mengapa aku merasa tahun lalu (yang kunilai cukup baik bagi diriku sendiri) lebih baik. Apakah karena tahun ini… Kondisi keuanganku yang memaksaku untuk lengah dari mengingat-Nya?

Siang ini aku menemukan satu video di Youtube tentang keadaan seseorang ssaat setelah wafat. Ummat Rasulullah yang mengingkari dan tiada beriman pada beliau. Astaghfirullah, mengapa tepat pada saat aku merasa futur dan dhoif? Seolah ini teguran dari Allah. Seolah ini peringatan yang Allah berikan melalui jemari tanganku yang langsung mengklik dan membuat mataku terpaku pada video tersebut.

Tangis di hatiku semakin menjadi. Sungguh aku belum siap. Aku kembali terpeleset dan hampir sampai di dasar jurang. Kalau bukan meminta-Mu untuk mengangkatku dari kenistaan, kepada siapa lagi? Allah…

Ijinkan aku menikmati sajian Ramadhan-Mu kali ini. Tempaan dan ujian-Mu tidaklah menjadi penyurut semangat untuk meraih cinta dan ampunan-Mu… Sungguh, aku hanya berharap pada ridho-Mu…

~saat Ramadhan sudah setengah jalan~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s