Mencari Imam Seperti Mencari….

Ya itu sih tebakan geje, gak perlu dijawab juga. Toh, jawabannya kan relatifšŸ˜‰

Cukup, setelah aku kehilangan imam yang pernah kupikir akan menjadi yang pertama dan terakhir, aku tak akan mau menangis lagi. Cukup. Aku sedang menatap masa depan anak-anak. Fokus yang sekarang aku tetapkan dan lakukan adalah semata untuk mereka. Pendidikan dan gizi. Pun kebahagiaan mereka.

Meski ya, mencari sosok ayah ideal bagi kedua mujahid kecilku tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Beruntung aku punya banyak teman pria yang bisa diajak bermain dan tertawa bersama. Ah ya mereka masih sering menyebut nama Adie, Zul, Abi, dan Yusuf. Nama bapaknya? Hm, hanya sekali. Itu pun karena mereka kangen pada tetehnya. Tidak lebih.

Mas Gozali ( @ahmadgozali ) pernah mengatakan bahwa “single income masih lebih baik daripada single parent” dan asli itu membuatku menangis. Aku pun tak pernah mau berada dalam posisi ini. Tapi hidup harus terus berjalan. Aku pikir sanggup berperan ganda. Karena aku takut untuk tersakiti kembali. Lagi pun, aku masih terus meminta pada Allah untuk menjaga hati ini dari menduakan-Nya.

Aku… Masih tak sanggup untuk menghadapi kenyataan bila harus terluka lagi. Aku terus mengemis pada Allah… Memohon perlindungan. Jujur, aku takut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s