Where Is The True Love?

just follow your heart,your dream and your desire…

trust me someday you’ll find the true love as what you want

(Mang Ujang)

Jujur aku sempat mencibir ketika membaca tulisan di atas dalam waktu 3 detik. Aku bukan tipe penyabar yang dapat menunggu selama itu hanya untuk sebuah cinta sejati.

Komentar di atas karena aku menulis 3 buah kutipan:

1. Love isn’t about being sexually attracted. That’s lust. It’s about actually caring about someone.

2. Treat her like a priority, not an option.

3. Every couple needs to argue now and then. Just to prove the relationship is strong enough to survive.

Itu… Kutulis karena pagi ini (5 Juli) aku mendadak sangat emosional. Ah sebenarnya sejak kemarin siang dan dalam 12 jam sangat gelisah.

Hari ini, 17 Juli… Beberapa hari setelah tulisan di atas, ada banyak kejadian yang membuatku tersenyum miris. Sangat.

there’s no true love. endless one? kidding me?

Chat bersama Kiki Oktora tiga hari sebelum ini berkesimpulan dan salah satunya adalah: “Cintanya sama siapa, nikahnya sama siapa” adalah hal ternyinyir yang menurutku lumayan mengerikan. Kembali terngiang bahwa cinta tak harus saling memiliki. Come on, itu bullshit banget! Sok munafik! Seberapa banyak sih yang ikhlas kalau cintanya memilih orang lain karena banyak faktor? Beeeuuuhhh…

Aku kembali sarkas dan nyinyir. Mungkin, setelah sekian lama tersakiti (halah bahasa lo, An!) jadi sudah cukup amunisiku untuk menyerang makna cinta sejati itu sendiri. Uwow!

Aku, sudah cukup kuat (maksudnya sok kuat) untuk kembali disakiti, dikhianati, dan dianggap tidak penting oleh beberapa oknum pria (selama ini mereka perempuan atau banci mungkin). Jadi, mungkin aku akan menangis ketika mereka berulah. Tetapi hanya sebentar saja. Sehari juga sudah terlalu lama. Esok harinya, aku bisa mentertawakan airmataku sendiri dan berbalik mengasihani mereka. Karena apa? Aku menjadi tahu seperti apa kualitas hati dan kejantanan mereka. *senyum iblis*

Aku tidak menutup pikiranku untuk menerima karena akan bisa diputar balik dengan logika. Aku hanya perlahan menutup hati karena tak ingin sakit lebih dari yang bisa kutanggung.

Aku mulai apatis. Aku mulai skeptis. Aku mulai merasa biasa saja ketika ada pria yang datang mendekat. Sekarang sih bisa bilang, “Siapa elu?” dengan tatapan sesinis mungkin. Wanna play a game with me? Okay! I dare you. How long can you stand with me? Not more than three months, for sure. And yes, it proven. LOL 😆

Aku terbiasa memeluk sepi. Jadi, tak usah khawatir tentangku. Oh ya tentu saja! Kalian, para pria penganut aji mumpung, tentu akan berkata sebaliknya, “Gak usah khawatir sama aku. Kamu bahagia dengan yang lain, aku juga ikut bahagia.” Wahai kaum Adam, itu kalimat template belajar dari mana? 😀 Kenapa semua pria berkata sama? S-A-M-A!

okay, so who is the architect of it?

Itu sebabnya aku sudah kebal dan tak bisa lagi dirayu dengan ucapan model seperti apa pun. Pola kalian tuh sama semua! Kebaca! Maaf ya, kalian menyedihkan!

Jika kata Mang Ujang itu benar, oke aku tetap menunggu. Tetapi tak berharap. Sama halnya di halte bus. Jurusan yang dituju sih satu. Tapi kan kendaraannya banyak pilihan. Taksi? Bus? Kopaja? Angkot? Metromini? Ojek? Bajaj? Jadi, aku tak akan menunggu taksi super mahal dengan tarif premium yang blagu. Mending menunggu ojek yang jelas-jelas membutuhkan penumpang dan menawarkan diri dengan sopan, “Ojek, Teh? Bade ka mana?” Dan jika kutembak untuk ke tujuan akhir yang dirasa menyusahkan pun dia mau, oke! Dia pilihanku! Angin hujan badai tak jadi halangan kok. Selama istiqomah di jalan yang benar. *apa sih, Aaaannn*

~sekian saja dulu sebelum menjadi ceramah panjang~ 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s