Istilahnya Kampungan Bukan Pesisiran!

Ngobrol dengan seorang teman tentang istilah Kampung dan Pesisir. Menarik. Gara-gara kebiasaan aku yang sudah mendarah daging: Menerima tamu pria sampai tengah malam ke rumah. *ngakak koprol*

Budaya Gunung dan Pesisir.

“Daerah Sunda pesisir sama kayak orang Makassar, Betawi, dan Madura. Terbuka. Bicara langsung terkesan kasar, garang, dan vulgar. Karena daerah pantai sejak jaman dulu didatangi berbagai bangsa dengan adat budayaberbeda. Jadi mereka harus berani berbicara langsung dengan mereka yang berasal dari luar wilayah.

Orang gunung? Bangsa mana yang datang ke gunung? Paling monyet yang jadi tetangga mereka. Makanya sifat mereka cenderung gak berbaur. Cenderung seperti para munafik. Karena mereka tidak terbiasa terbuka seperti orang-orang pesisir. Aneh melihat sesuatu yang beda. Makanya ada istilah kampungan! Bukan pesisiran!

Sunda Kalapa tempat gede loe, makanya beda sama Parahyangan. Sunda Kalapa loe itu kan daerah pantai. Makanya harap maklum. Lain padang lain ilalang. Lain lubuk lain ikannya.

Itulah sifat-sifat orang gunung. Karena teritorial pun membentuk karakter penghuninya.”

Itu jabaran singkat temanku tentang mengapa aku sulit diterima oleh lingkungan baruku karena mereka terkaget-kaget dengan sifatku yang blak-blakan. Beda dengan mereka yang ‘takut gesekan’.

Lantas aku harus gimana? Ya gak gimana-gimana juga sih. Hanya mungkin aku harus belajar “di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.” Oke, baiklah!

Ah duniaku….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s