Damainya Cinta Untukku

Yak, judulnya disponsori oleh lagu dari GIGI. Hehehehe…

“Thanks for this night.” He smiled at me and here we were… Asli, emang norak bagi pasangan pelaku / korban LDR kalau sudah bertemu. Dan kini pemahamanku tentang LDR (yang kalau istilahnya si kang Sona ‘Sekdes Soekardja’ sih Lieur Dan Riweuh 😆 ) mulai berganti.

Pernah aku twit bahwa LDR itu bukan lagi beda negara, pulau, atau propinsi. Beda kecamatan dan sulit bertemu pun bisa masuk kategori LDR. *sekian dan gak terima timpukan*

Ada damai yang kurasa saat bersamanya. (Woooo… Semua yang lagi jatuh cinta pun akan bilang begitu, An! Geje!) Siapa sih yang gak mau dekat dengan sang terkasih? Wuw, munafik banget. Oh ya, tulisan ini aku persembahkan untuk para LDRers yang satu kota dan jaraknya bisa ditempuh dalam waktu 2 jam tapi ketemu gak lebih dari 30 menit. *nyengir miris*

Saat ini, damai itu milikku. Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, Indra (yang setia mendengarkan celotehku). Terima kasih Saidah dan Sary (yang tetap kepo 😆 ) Terima kasih, B…

~biarkan mengalir~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s