Gampang? Susah! Susah? Gampang!

Ya memang begitu keadaannya. Mencari asisten yang bisa meringankan beban tugas kita tuh gak mudah. Seperti aku yang sampai saat menulis ini pun masih mencari pembantu yang bisa menjaga anak-anakku di rumah. Benar tidak fokus antara kerja menjemput rezeki dan merawat anak-anak… Bukanlah pekerjaan ringan. Apalagi bagi aku single parent itu memerlukan kelihaian sendiri.

Baru hari Selasa siang (2 hari yang lalu) aku bersyukur mendapatkan seorang pembantu rumah tangga dari temanku, sore harinya aku dibuat sakit kepala karena mendadak dia (mengaku bernama Nur berasal dari Ngawi Jatim dan tinggal di Cililin) memaksa pulang ke Cililin karena badannya gatal-gatal sehabis mandi sore. Lhoooo???

Jadi begini ceritanya:

Aku mendapatkan pembantu sehari itu dari temanku yang tinggal di Buah Batu. Ketika aku ke rumahnya sekitar pukul 10 pagi, aku berbincang dengan perempuan berusia 27 tahun itu. Bicaranya meyakinkan dan sikapnya sopan meski nadanya seperti sok tahu šŸ˜€ Dia memiliki suami dan anak seusia Salman. Tetapi dia ingin bekerja untuk mengisi waktu dan menghasilkan uang. Baiklah, kuterima alasannya.

Kemudian pulang ke rumah dan dia langsung menyapu. Gesit juga sih. Kutunjukkan letak barang dan segala sesuatunya. Dia mengiyakan dan menyanggupi. Maka aku bersiap untuk keluar rumah. Tetapi anehnya, Umar dan Salman tampak enggan untuk kutinggal. Kupikir, karena ini pertama kali kupergi tanpa mereka.

Sampai aku di Dago untuk bertemu teman pun, aku masih menganggap semua aman terkendali. Kemudian pesan singkat itu membuyarkan konsentrasiku: “Ibu, teteh gak enak badan. Gatal-gatal, Bu.” Waduh, masalah baru nih! Saat menerima sms itu aku sedang berada di Dago. Kacau! Berbalas sms-lah kami berdua dengan panikku yang semakin menjadi. Ku-sms pula tetanggaku untuk mengawasi dan menahan Nur agar pulangnya menunggu aku kembali.

Saking paniknya, salah naik angkot dan nyasar dulu ke Antapani. Hadooooohhhhh…. Bukannya langsung ke Cibiru, malah balik lagi ke Cicadas. Maaaakkk… Tolong akuuuuu…. Dan sms yang kukhawatirkan datang dari tetangga : “Bun, si bibi sudah pulang naik ojek.” Nangislah aku di angkot. Bodo deh diliatin orang. Paniknya makin jadi. Anak-anakku sendirian di rumah. Tuhaaaannnn….

Begitu sampai ke rumah, aku disambut oleh tangis anak-anak. Mereka benar-benar HANYA BERDUA di rumah… Allah, maafkan hamba. Maafkan hamba yang dzolim pada dua mujahid kecil itu… Allah…

semoga segera mendapat yang cocok dengan anak-anak. aamiinnn

Dan itu belum selesai. Salman bermasalah. Dia belum mandi, pospak penuh kencing dan pupnya. Ketika aku bersihkan, Salman menjerit kesakitan. Kenapa? Penisnya lecet. Makin gemeteran aku melihat mereka berdua. Ya Allah… Segera kuoleskan krim khusus untuk ruam pada daerah sekitar penis, pantat, dan selangkangan Salman. Kulakukan sambil menangis.

Tak ada barang yang hilang (aku memeriksa semua berkas penting dan barang penting). Rumah dipel dua kali. Pakaian disetrika dengan rapi. Tapi anak-anakku terlantar. Apa artinya semua itu? Melihat anak-anak menangis dan Umar berkata, “Bun, si teteh udah pulang. Aku takut sendirian. Salman juga nangis terus tuh.” Hati seorang ibu mana yang tidak sakit mendengar seperti itu?

Kemarin aku masih tak bisa berpikir jernih. Akibatnya emosiku tak karuan dan berantakan deh tuh semua kerjaan. Cakeeeeppp… Kemudian aku bergerilya kembali bertanya pada teman-teman, apakah ada yang punya info pembantu? Memang ada sedikit trauma, tetapi aku harus bisa segera bangkit. Gak mungkin aku berdiam diri terlalu lama. Aku harus fokus menghidupi dan melindungi anak-anak. Aku menyadari kekuranganku yang tak bisa melakukan semuanya sendirian. Aku membutuhkan seseorang yang bisa membantuku…

Bismillah, segalanya akan mewujud sempurna pada waktu-Nya.

Iklan

2 thoughts on “Gampang? Susah! Susah? Gampang!”

  1. ada beberapa ART yang cakap mengurus rumah tapi nggak telaten ngurus anak, bun. Mungkin si teteh seperti itu sehingga Umar Salman terlantar. Semoga segera dapat ART baru yang lebih bagus ya. Yang penting sih jujur dan sayang anak-anak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s