Kekuatan dalam Sebuah Pelukan

Ah, mungkin tak hanya pelukan. Tatapannya yang teduh, suaranya yang menenangkan, tawanya yang menceriakan, dan ciumannya di keningku yang menghanyutkan. (An, lu mabok ya?)

Baiklah… Tulisan ini tak akan panjang. Aku hanya ingin berterima kasih pada seseorang yang paling mengerti aku saat ini. Juga, yang selalu ingin bermanja padaku. Hm, yang selalu berusaha hadir untukku di antara waktunya yang sangat sempit. Oh ya, yang tak ingin melukai hatiku meski kenyataan seperti menghunuskan pisau tajam ke hatiku.

Aku yang rapuh. Dia yang tak berani menjanjikan apa pun untuk saat ini. Meski aku sangat tak suka dengan ungkapan “Cinta Tak Harus Saling Memiliki”. Oh demi apa pun, itu sangat munafik! Mana ada yang seperti itu! Egoisnya hati manusia pastilah ingin saling memiliki dan tak ingin terbagi. Benar? Lantas bagaimana dengan kami?

Itu pertanyaan paling berat dan tak bisa terjawab. Aku hanya membutuhkannya nyata saat ini. Memelukku seolah tiada hari esok untuk kami.

~biarkan mengalir~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s