A Beautiful Bitch Wears Prada

Plesetan yang rada gimana gitu ya? šŸ˜† Sabodo teuing da bener… Betapa yang kucurigai selama ini ternyata benar. Semua yang kukhawatirkan terbukti langsung di depan mata. Instingku bekerja tak perlu terlalu keras untuk menemui kebenaran itu.

Aku hanya perlu memandang wajah perempuan itu dari jarak lima meter. Auraku langsung gak enak. Dia pun menatapku seolah hendak menelanku bulat-bulat. Tak nyaman. Mengalihkan pandangan ke sudut lain pun tak membuat hatiku tenang. Perempuan ini aneh.

Kupikir hanya aku yang merasakan hal ini. Tetapi aku tak ada urusan dengan yang lain. Targetku dia. Karena apa yang kuragukan kebenarannya terungkap sendiri. Tak urung, aku pun sangat terkejut dengan kenyataanya. Sakit sekali mengetahuinya. Seluruh badanku gemetar dan emosiku nyaris tak terkendali. Aku tak bisa menangis di depan B. Ā Tetapi ketika berjalan pulang, aku menangis sejadi-jadinya.

Saking emosinya, aku sampai menantang B dan membanting tas di hadapannya. Dengan santainya B bertanya, “Kamu kenapa?” Aku menjawab dengan suara tertahan, “Kesal.” Dan dia paham penyebab kekesalan aku.

Mood aku sudah berantakan sejak pagi hari ketika sampai di YPK Naripan. Aku merasakan akan ada sesuatu yang menyebalkan terjadi. And, it was. Made my day became like in a hell. Hiperbolis? Bodo! Tapi untunglah bertemu dengan orang-orang (yang dikirim oleh Allah secara tepat) untuk menyeimbangkan ketidaknyamanan itu. Meski aku sama sekali tak habis pikir, perempuan secantik itu… Membuatku naik pitam tanpa bisa dimengerti mengapa.

Aku gak pernah sekasar ini menilai seorang perempuan karena aku juga kan sama dengan dia: ya perempuan. šŸ˜› Tetapi rasanya hanya pada dia aku bisa menyebutnya “BITCH” dengan sangat jelas. Wears Prada? Itu sih maksudnya sindiran banget. Dia gak akan mungkin sanggup beli Prada, tapi dia memang sangat anggun meski wajahnya jutek mampus. Dia bahkan menebarkan aura negatif dan senyum palsu yang sia-sia.

it is better for me

Jelas aku kalah cantik dari dia. Aku kalah seksi dari dia. Ā Aku kalah pesona untuk menarik perhatian seorang pria dibanding dia. Tapi aku sih gak mau bersaing dengan cara menjijikkan seperti itu. Herannya, dia merasa tersaingi. Aku sih baik-baik saja. Tetapi aku tahu secara insting perempuan, dia merasa terancam denganku.

Ya, secara fisik aku boleh kalah, tapi tidak dengan urusan hati. PUAS????

Aku menulis ini di status Facebook pada Minggu malam:Ā You can call me flirt, but you are the real bitch! Never ever do anything that will make me do something bad to you. The worst one. Just don’t! I really mean it.

Aku hanya tersenyum tipis. Sayang sekali dia tak bisa membacanya langsung karena tidak mutual friend dengannya. Tapi aku yakin, seseorang akan memberitahukan padanya isi status itu. Apa peduliku?

Kamu itu terlalu menyedihkan menjadi seorang perempuan. Cantik tapi ….. (silakan pembaca isi sendiri. itu juga kalau paham dengan postingan ini.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s