Sejuta Tanya “Mengapa” Pada Semesta

Pertama:

Seharusnya aku tak ada urusan lagi dengan rumah di Anyelir Depok. Tapi rentetan sms dari pemilik rumah yang baru benar-benar membuatku sakit kepala dan hari ini puncaknya. Editanku berantakan dan kerjaku ikutan buyar.

Semuanya terhambat gara-gara bapaknya anak-anak yang tidak bisa bergerak cepat. Mikirnya kelamaan. Sementara waktu terus berjalan dan dia berurusan dengan keluarga yang tak bisa memiliki kesabaran. Sampai saat aku menulis ini, entah apa yang terjadi di sana.

Hanya saja, semalam Salman menangis dalam igaunya, “Bun, tolongin, Bun. Bun! Bun, tolongin.” Terus seperti itu. Entah mengapa. Apakah sesuatu terjadi di Depok? Tak ada kabar, kuanggap semua baik-baik saja. Urusanku sudah selesai di sana.

Tetapi kenapa aku masih saja direpotkan oleh dia? Pertanyaan abadi.

Kedua:

Aku kehilangan kontak dengan B selama lebih dari 15 jam. Bingung dan panik. Ada apa? Ini benar-benar tidak biasa. Aku mencoba berpikir positif bahwa pekerjaan menuntutnya untuk lebih fokus. Setelah keinginan dia untuk melepas penat dan kuberikan alternatif usulan, dia menghilang. Sampai tadi jam makan siang. Akhirnya dia menjawab, “Maaf baru sampai kantor. Hape ketinggalan.” Tetapi itu belum menjawab semua pertanyaanku. 30 menit kemudian dia mengatakannya padaku bahwa dia keluar kota. Nah! Benar dugaanku! Tahu apa katanya ketika kubilang bahwa aku khawatir dan ketakutan? “Biasa aja. Tenang. Gak usah dipikirin.” Nyebelin ya?

Dan aku gak habis pikir mengapa aku harus kepikiran dia. Pasti dia baik-baik saja. Pasti? Gak juga. Buktinya minggu lalu dia pingsan dan perasaanku emang gak enak.

Semalam aku ngetwit: “Gak bisa nangis” karena emang dia gak suka ngeliat aku nangis atau dengar suara aku yang serak. Cengeng, katanya. 😦

Pertanyaanku: kenapa aku selalu kepikiran dan khawatir padanya?

Entahlah…

Ketiga:

Aku menunggu waktu yang tepat untuk menjawab beberapa pertanyaan lainnya. Termasuk waktu untuk memposting pertanyaannya. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s