Ketika Aku Tak Meminta

Selera humor Allah tak pernah tertebak.

Aku tak pernah meminta pada-Nya untuk menjatuhkan hatiku pada seorang pria lagi. Aku justru memohon, “Allah, hentikan segala rasa yang membuatku pusing dan menjauh dari-Mu,” dalam setiap waktu.

Nyatanya, aku kembali kejatuhan cinta. Sakit banget. Dan kali ini sakitnya benar-benar seperti teriris pisau. Kemudian ditetesi cuka + perasan jeruk nipis dan ditaburi garam. Mantap! Sakitnya membuatku meringis tanpa bisa menjerit. Cukup dengan sesak nafas yang sangat dan sakit kepala yang luar biasa.

Selera humor Allah sangat lucu.

Ketika aku mengatakan tidak pada hati yang meminta berpetualang, Allah memberikan satu buah tantangan. Sungguh, ini sangat berbahaya. Aku tahu resikonya. Aku menelan ludah. Ujian ini terlalu berat. Pasti ada hikmahnya. Tak mungkin Allah mempertemukan aku dengan pria itu tanpa ada maksud. Entah apa. Aku masih meraba dalam gelap.

Selera humor Allah justru membuatku menangis.

Aku ketakutan. Aku tak mengerti mengapa. Seharusnya cinta itu indah ya? Seharusnya, cinta itu tak menjadi beban. Seharusnya aku bisa menjalani semua ini dengan hati ringan dan lapang. Tapi aku justru gemetar.

~jalani saja~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.