Jalani Saja

selamat pagi kamu, yang muncul di pikiranku pertama kali ketika membuka mata.

Be with someone who knows exactly what they have when they have you. Not someone who realizes it after they’ve lost you. ~ @Notebook

If you love someone, you better PROVE it. Because LOVE is not a noun to be defined, but a verb to be acted upon. ~ @Notebook

mengalah untuk menang. jika insting aku ini benar, waktunya gak akan lama lagi. Tuhan senang memberiku kejutan berkali-kali… 😉

sejak awal aku sudah menyadari, bahwa keajaiban selalu datang dalam bentuk yang berbeda. tetapi fokus objeknya selalu sama. 🙂

ini yang disebut: skenario Allah terlalu sempurna dan tetap akan seperti itu. datang tepat waktu. justru di saat kita nyaris menyerah. 😉

di saat aku hendak berhenti bermimpi dan berharap, Allah tersenyum padaku tanpa sempat memberiku kesempatan untuk bertanya. jalani saja.

prosesnya terlalu cepat. tetapi ternyata aku menikmatinya. hampir semua terjadi dalam satu waktu. Tuhan dan dia berkata sama, “jalani saja”

Good relationships don’t just happen. They take time, patience and two people getting through all the hard times together. ~ Notebook |#beb

tak terhitung keajaiban yang kuterima dalam waktu sebulan ini. ada kejutan cantik yang Allah berikan di setiap lelah dan sedihku. indah. 🙂

saat aku membiarkan insting ini bekerja alami, justru segalanya terasa ringan. beda ketika aku memaksanya menjadi tajam. ia malah mandeg.

semalam adalah pembuktian berikutnya. tentu, aku masih menangis cengeng dan pasrah. ketika Allah berbisik padaku, aku terperangah.

ternyata Allah sayang aku… dan ketika aku menangis bahagia, dia berbisik, “udahlah, gak usah dibawa emosional gitu.” ah, cinta….

kamu keajaiban yang diberikan Tuhan padaku. lantas, apa aku harus bersikeras menolak dan mengelak? sementara jelas nyata di hadapanku?

baiklah, aku hanya mengikuti skenario Allah saja. Allah tak akan memberi kecuali yang terbaik untukku, bukan? 🙂

karena kita tak pernah tahu masa depan seperti apa yang akan terjadi. antara ikhtiar & doa kita + ketentuan Allah. waktu mendewasakan.

wajah bersalah itu membuatku ikut merasa bersalah. kita terjebak di mananya ya? waktu dan tempatnya tepat. kitakah yang salah?

kalau memang kita yang salah, mengapa Tuhan membiarkan? rasanya tak mungkin. pastilah ada rencana dan hikmahnya dari semua ini. yakin.

dan tentu saja… hati kecil tak akan pernah bohong. bukankah begitu? 😉

tak mungkin Tuhan mempertemukan kita tanpa ada rencana indah-Nya sebelumnya. skenario sempurna-Nya terlalu rumit untuk dipikir biasa.

kita tak pernah berencana seperti ini, kan? menyesal? lucu kalau merasa menyesal. buktinya… kita semakin merasa lebih baik. 😉

NAH! 🙂 RT @ajobendri: andiana termasuk juga lidah.. Sebab lidah tak bisa bohong 🙂

Tuhan tak membiarkan aku larut dalam kebahagiaan semu. tapi Dia pun tak ingin aku sedih berkepanjangan. maka aku berjalan perlahan.

jalani saja. biarkan semua mengalir alami. kita akan merasakan nanti bahwa janji Tuhan tak pernah meleset sedetik pun.

ah… senyumku pagi ini terhenti sejenak. tak mengapa. akan ada kesempatan untuk mengembangkannya lagi. entah kapan. biar Allah yang atur.

kamu seenaknya aja bikin galau dalam waktu 12 jam. tapi aku gak bisa nuntut. mau ngeborgol kamu aja gak bisa. #apasih

aku mengerti kamu. aku menghargai usahamu untuk menemuiku di sela waktu & beban kerja yang begitu tinggi.

tatapan matamu yang penuh rasa bersalah. kesal pada diri sendiri. tapi tak bisa menyalahi keadaan. kita bisa apa? ah, cinta.

jangan mengeluh ah. akan datang saatnya segera. ketika aku bersama denganmu. tanpa ada lagi keraguan. aku percaya masa depan. milik kita.

jalani saja. itu kan katamu? itu pula perintah Allah. jadi, aku menurut saja.
aku tahu kamu membaca semua twit di linimasaku. iya, kamu! selamat pagi dari Cibiru. aku menunggu.

No matter how busy a person’s day might be.

If they really care, they’ll always find a time for you. #SLT

selamat malam kamu, yang sudah memberikan pelukan hangat, tatapan mesra, dan kecupan di kening. terima kasih sudah berusaha ada untukku. 🙂

tak usah banyak bicara. kita saling terdiam dengan lengan saling melingkar dan mata yang saling menatap. masih perlukah ribuan aksara itu?

pertanyaan “kalian sedang apa sekarang?” terlihat sederhana dan cemen ya? tapi tidak denganku. itu bentuk perhatian tulus dari hati :’)

memperhatikan & memperlakukan anak-anakku seperti malaikat kecil yang selalu dirindukannya. ah, surga dunia… :’)

—-

#beb (twit 27 Mei 2012)

Iklan

One thought on “Jalani Saja”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s