The Quality Time For Us

Jadi ingat twit Indra B7RU sekilas tentang quality time bersama pasangan.🙂 Di jaman serba digital dan tuntutan peran di segala aspek kehidupan ini, semakin terasa kebutuhan waktu yang berharga bagi diri sendiri dan keluarga.

Aku merasakan hal itu. Betapa aku nyaris kehilangan waktu berhargaku bersama anak-anak jika aku kerja kantoran. Maaf, bukan menghakimi wanita karier, tapi aku bukanlah tipe super woman yang dapat mengerjakan semuanya dengan sempurna. Umar sering kali protes karena pekerjaanku yang menyita waktunya dan waktu Salman.😦

Juga yang kurasakan bersama pasangan. (ahahahaha, alinea yang bikin kepo daaaaahhh😆 ) Bagaimana kami menyesuaikan diri dengan kesibukan yang tak bisa kami tolak. Euh, sebenarnya sih jam kerja dia yang sangat ketat dengan beban kerja yang tinggi. Ditambah… Kami belum bisa mencoret kata  LDR dari kamus. Tapi bagaimana caranya mendapatkan waktu berkualitas bila berjauhan seperti itu?

Ini jaman twitter kali ya, bukan jaman telegram lagi.😀 Ada sms, fesbuk, twitter, skype, YM, BBM, dan lainnya.  Kami menyiasatinya dengan menggunakan teknologi itu sebisa mungkin. Oh well, LDR emang berat di pulsa yeeeee… *teteup*

Jadi, apakah HARUS pertemuan fisik yang diandalkan untuk sebuah waktu berkualitas? Hm, idealnya memang seperti itu. Tetapi bila tidak memungkinkan ya sebaiknya terima keadaan atau kitanya stress sendiri🙂

Pertemuan ‘hanya’ 30 menit dengan perjuangan untuk mendapatkannya selama 10 hari… Sedih atau senang? Galau sih yang ada *sigh* Tapi tetap bersyukur lho! Itu kudu. Jadilah manusia yang pandai bersyukur. *mulai deh*

Aku menekankan, hubungan berkualitas itu intinya adalah komunikasi. Setelah itu baru kepercayaan, kebersamaan secara fisik, dan lainnya. Ini yang kami jaga. Komunikasi gak boleh terlewat. Gak bisa telepon ya sms. Atau bisa juga via YM dan inbox FB. Jika tak ada kabar lebih dari 6 jam, rasanya ada yang aneh. Kalau bukan tentang pekerjaan, pastilah sedang (ke)tidur(an).

Siapa saja yang sempat menghubungi terlebih dahulu, lakukan. Gak perlu tunggu-tungguan. Karena kondisiku lebih banyak luangnya, akulah yang senantiasa memberi kabar. Lewat twitter (yang kadang diprotes sama dia: “ngomong aja langsung, jangan nulis di twitter”😛 ), inbox, atau sms. Aku lebih bisa menuliskannya. Lain dengan dia yang lebih sering secara verbal. Sehari menelepon bisa lebih dari 10 kali. Tetapi kadang sehari paling banyak dua kali jika beban kerja sedang padat dan berat.

Lantas apa isi pembicaraannya? Banyak. Malah kadang kami tak saling bicara dan hanya mendengar tarikan nafas yang ada di ujung telepon sebelah sana.🙂 Itu bentuk komunikasi kami.  Aneh? Ya gak masalah.🙂 Setiap pasangan memiliki gaya komunikasinya sendiri😉

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sangat kepada Allah. Karena cinta-Nya yang indah, ada kejutan cantik yang kuterima di saat aku berpikir tak akan ada keajaiban itu. Pikiranku saja. Tetapi hatiku menyangkal dan bersikeras mengatakan yang sebaliknya. Ada keajaiban dan voila! Aku hanya bisa terharu ketika kejutan itu kuterima dengan indah😉

Jadi, nikmati sajalah😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s