Ketika Ketakutan Menguasai Pikiran

Aku tak bisa berkata apa pun. Aku hanya bisa diam dan berdoa. Untuk kamu. Ketika saat ini aku begitu khawatir dengan dirimu. Aku yang tak mungkin menghubungimu. Aku harap kamu baik-baik saja. Bohong bila aku tak menangis saat menulis ini. Betapa aku ingin mendengar suaramu. Meski sesaat saja. Sungguh, andai aku punya keberanian untuk mengambil keputusan. Tetapi aku hanya bisa menunggu. Aku mencoba mengerti.

Cepatlah pulang. Peluk aku sekali lagi seakan tak ada kata berpisah. Aku menunggumu… Doaku selalu ada untukmu.

“we have the same feeling.

the difference is only the way of revealing.” 

Mungkin aku tak pantas untuk merindukanmu. Mungkin memang aku yang harus lebih bersabar. Maafkan aku yang terlalu berlebihan.

Aku sayang kamu.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s