Once Again, It Happens

Yak, aku kembali cengeng, down lagi, dan gak berani nulis status geje di fesbuk atau ngetwit yang aneh-aneh.

Karma. Ya, sepertinya aku sedang mendapat karma jelek. Aku ingat kenapa dan aku tahu bagaimana rasanya dahulu aku berbuat jahat sama orang. Tetapi, di balik hukuman Allah ini, aku justru bersyukur karena Allah membalasnya di dunia ini. Tidak terbayang bila aku mendapatkan azab neraka. Na’udzubillah.

Jadi, biarlah pencucian dosa ini terjadi di sini. Mungkin banyak yang bertanya, memangnya sejahat apa aku sama orang lain? Aku pernah selisih paham dengan seseorang dan tak mau bertemu lagi denganku. Akhirnya aku keceletukan suatu kalimat yang tampaknya sepele dan sederhana ya. Dampaknya terasa saat ini. Bertahun kemudian dari kejadian itu.

hati-hati bicaramu!

Itulah. “Hati-hati dengan mulut”, nasihat Mamaku selalu. Yeah, aku melanggar lagi, Ma… šŸ˜¦ Mama sangat paham kalau mulutku ini pedas. Seuhah! šŸ˜€ “Teteh kebiasaan celetak celetuk sih!” protes Mama sambil mendelik. Aku hanya bisa mesem. Padahal, sudah sekuat tenaga aku mengerem ‘kejahatan mulut’ yang satu ini. Jadi, sebenarnya bukan karena aku ngomongin orang lain. Tetapi karena nyelekitnya aku kalo ngomong. Kadang nyinyir juga. Yaaa, gitu deh!

Tapi sudahlah. Ini juga kutulis karena tak sengaja mengetahui sesuatu di DM twitter siang ini. Aku jadi sadar dan paham mengapa aku kehilangan hampir semuanya beruntun dalam 6 bulan terakhir ini (terutama komunitas itu), hanya karena satu kalimat ini.

Naaaahhhh… Kontras dengan sifatku yang cengeng dan manja. Euh, atau itu efeknya? *ih apa sih?* Nah, ketika aku lagi lebay jijay bajay begini, ternyata kebaca oleh my almost partner in crime si Herry šŸ˜† Ā Karena dia tanya di fesbuk, “Kenape lo kagak biasanya gini? Biasanya lo nyamber gue? Ada apa?” Dan ketika aku ceritain cengengnya aku hari ini, dia bilang gini:

ini pertanda
ada kesejahteraan melimpah lagi berkah yg tengah melesat menuju elo…

Nah, tambah meweklah aku… Sambil mengamini, sambil istighfar, sambil dzikir…

Allah, masih adakah kesempatan untukku memperbaiki segalanya?

——

Terima kasih senantiasa untuk Herry, Zul, Ichy, Saidah, Sary, Danny, Indra, dan Irfan untuk selalu menyertakan aku dalam doa-doa kalian…. Love you all!

Iklan

One thought on “Once Again, It Happens”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s