Ketepatan Waktu Untuk Memutuskan

needs a high ability to solve my problems…wkkwkw 

(Sekdes ~Rancabanyol~ Soekadimandja *ribet dah kang* dalam salah satu komen di status pribadinya di FB)

Meski pusing dan mumet karena salah mengartikan sesuatu, si akang Sekdes tetap bisa ngabanyol. Maklum sajalah 😀

Yang menyentilku adalah memang dibutuhkan kemampuan tingkat tinggi untuk menyelesaikan sebuah masalah.  Tetapi kemampuan seperti apa yang dipakai? Analisa, telaah, visualisasi, atau apa? Tergantung masalahnya apa.

Seperti yang terjadi pada diriku sekarang. Ketika komen di atas kubaca, aku tersentak. Ya Allah, kemampuan apa sekarang yang harus kupakai untuk menyelesaikan masalahku ini? Ada berapa masalah utamaku saat ini? Seharusnya, sebesar apa pun masalahku, toh ada Allah sebagai Greatest Problem Solver, kan?

Bisa saja sih aku nekat pindah ke Bandung, cari kontrakan, dan untuk sementara waktu jobless (etdah, An! segini juga syukur, kagak nganggur-nganggur amat!) gak papa. SANGAT YAKIN, rejeki gak bakalan ketuker.

Masalah gak jelasnya adalah: AKU BERANI AMBIL RESIKO APA NGGAK?

Kalau memang aku mengaku penganut paham “The Right Brain” (jiah bahasanya!), harusnya sih aku sudah ‘nekat’ dari Januari kemarin. Lah, sekarang ngapain masih di Depok??????

“Waktu sudah tepat, An… Kapan kamu mau bergerak?” *suara gaib Timbuktu*

Dari dulu juga udah mau!

“Jangan bikin anak-anakmu nangis lagi, An.” *suara gaib Madagaskar*

Dananya gak cukup deh kali jika harus bayar kontrakan juga. (Nah, ini lho hambatan utamanya. Financial management. @,@)

“Jangan lupa sedekah biar rejekimu tambah lancar.” *suara gaib Malaikat*

Itu sih insya Allah 🙂 Aku percaya! 😉

Ketika tak ada seorang pun yang bisa memberikan bantuan, solusi, jawaban, dan dukungan… Ingat hanya pada Allah! Tapi nyatanya aku punya banyak sahabat yang selalu memberi dukungan doa dan solusi. Tanpa mereka, apalah artinya aku?

Aku jadi ingat seorang teman yang berkisah… Dulu Ibunya dan dia keluar dari rumah hanya dengan baju menempel di badan tanpa bawa barang apa pun lagi. Perlahan mereka berjuang keluar dari himpitan sekedar untuk makan dan bayar kontrakan. Kini, si anak menjadi pemilik perusahaan. Meski kecil, tapi milik sendiri dan mengenang semua kepahitan dengan tertawa. “Sekarang teteh bisa menertawakan air mata sendiri, An. Semuanya berharga. Yakin deh, kamu juga bisa.”

Merinding disko tau waktu mendengar hal itu!!!

Nekat memang jangan sembarang nekat. Woh ya, terutama untuk aku yang dikelilingi oleh orang-orang bawel *diganyang seantero kecamatan* 😀 Pastilah standar pertanyaan mereka, “Nanti anak-anak makan apa?” menjadikan kakiku gak maju-maju dan waktuku terbuang percuma karena ketakutan yang tak semestinya kupikirkan. Hey, Allah ditaruh di mana? Kantong celana jin iprit gitu, sampe segitu takutnya gak kebagian rejeki?

Kalau ada masalah, kita harus tetap fight! Tujuan kita harus jelas dan kepepet! <–ini motivasi dari sms mantan upline aku tahun 2009. Salahkah bila aku menggunakannya sekarang? Karena aku merasa waktunya sudah pas? Allah, aku memohon petunjuk dan bimbingan-Mu…

Oke, aku ada masalah. Aku harus berjuang. Tujuanku sudah jelas dan kepepet. Aku tak harus ijin pada siapa pun! Karena apa? Orangtua sudah tidak ada. Paling yang wajib kulakukan adalah memberitahu adikku semata wayang nan ganteng ituh 😛 Jadi, let’s move on to Bandung, An!!! Ganbarimashou!!!

Allah SWT bersama orang-orang yang yakin…

(status FB-nya si Yudi, temen SMA)

Setiap pilihan mengandung resiko dan hikmah. Apa pun itu. Tidak bergerak, tak akan ada perubahan. Orang berhasil adalah mereka yang mau berubah. Sakit? Pasti! Tetapi semua ada harganya. No pain no gain? Ya begitulah!

KELUAR DARI ZONA NYAMAN!
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s