Another Dilemma

Kelemahanku yang juga menyebalkan adalah selalu memusingkan yang belum terjadi. Sebenarnya mungkin bukan sok pusing atau ribet, tapi niat mengantisipasi. *bahasanya kusut*

Seperti yang menjadi pikiran sejak tiga tahun terakhir ini adalah: Jika aku bekerja full time di kantoran, artinya anak-anak harus dititipkan. Ke TPA (Tempat Penitipan Anak) adalah alternatif pertama yang mengandung resiko paling bikin mumet: MAHAL. Lagi pun, Umar sudah tidak bisa dititipkan karena usianya yang serba tanggung. Bila aku menggaji asisten biasa di rumah, resiko paling mengkhawatirkan: TIDAK AMAN. Kalau mau menggunakan jasa nanny, sama seperti TPA: MAHAL. Tapi insya Allah aman. Opsi selanjutnya adalah tetangga. Ini juga mustahil karena Umar dan Salman super aktif sementara tetanggaku 90% adalah orang-orang tua. Jadi pilihan ini dari awal pun sudah kucoret.

Tentu, dari awal pun aku memilih opsi nanny. Tapi ya itu hanya jika aku kerja kantoran dan bergaji cukup untuk membayar seorang nanny. 🙂 Untunglah saat ini semua kukerjakan dari rumah, sambil belagak jadi super woman ternyata gak bisa. *tutup muka* Jadi aku juga bisa mengawasi anak-anak dengan cukup.

Tetapi bagaimana jika aku harus bekerja di luar rumah? Bagaimana dengan kegiatan unschooling mereka selama ini? Dengan siapa mereka akan belajar? Ini adalah PR selanjutnya. Penting karena berkaitan dengan attitude, behavior, knowledge, dan segala hal untuk bekal masa depan. *halah banget*

no rules!

Jujur saja, tak semua orang tahan dengan kehebohan yang ditimbulkan kakak adik ini 😀 Itu sebabnya pula aku menggunakan metode unschool sampai waktu mereka siap untuk homeschool. Bingung? Googling aja ya? 😀

Jika aku sudah di Bandung, bergabung dengan komunitas HS di sana sih oke banget…. Tapiiiii…. Dengan catatan yang bergaris bawah: gajiku cukup untuk membayarnya. (Lu ngomong apa sih, An? Lebay lu najong tau?!)

Okay, let Allah answer all…
Just need a shoulder to cry on, now… *sigh*

Semua akan indah pada waktu-Nya 🙂

Iklan

One thought on “Another Dilemma”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s