Perbedaan Itu Melengkapi

Maksud judul postingan lo, An? | Ya lo baca aja gak usah nyamber!

=-=-=-=

Ini, tentang semua hal yang kurenungkan beberapa tahun terakhir. Ketika aku bermetamorfosis secara perlahan. Hm, mungkin sampai sekarang pun masih menjadi kepompong. Bergulat dan berjuang untuk terlahir menjadi kupu-kupu.

Banyak orang yang melihatku sebagai pribadi yang membingungkan. Pun anggapan keluargaku sendiri. Terkadang aku diam hingga tak satu kata pun keluar dari mulutku. Di lain waktu aku begitu bawel dan ocehanku sulit dihentikan. Terlebih, terkadang aku suka gak tega pada orang lain yang akhirnya aku suka dimanfaatkan 😦

Kadang aku tenang dan mampu memberikan solusi untuk siapa pun yang membutuhkan pendapatku. Tak mustahil sorenya aku yang panik mencari bantuan jalan keluar pada orang yang kuanggap tepat. Aku menyukai kesendirian di tengah keramaian. Aneh? Mungkin. Di tengah mall yang hiruk pikuk, aku bisa konsentrasi menulis dan menemukan banyak ide untuk menulis. Meski ya, terkadang sinting sendiri karena ‘pengap’. πŸ˜€

Aku orang yang moody. Sangat. Aku bisa sangat bahagia di satu waktu dan setengah jam kemudian bisa galau mampus dan gak lama ngamuk sejadi-jadinya. Hehehehe, ini memang kelemahanku yang sulit diubah 😦 Maaf… *nunduk* Itu hanya reaksi spontan sebenarnya. Paling hanya bertahan 30 menit kemudian reda dengan sendirinya. Sebenarnya lebih cocok disebut ‘panikan’ πŸ˜›

Aku punya banyak sahabat dengan tabiat dan karakter yang berbeda. Ada yang cuek, tegas, tega, sabar, perhatian, cengeng, tetapi yang pasti mereka semua mengisi ruang hidupku sesuai dengan porsinya. Itu sebabnya aku merasa lengkap luar biasa. Alhamdulillah. πŸ™‚

Contoh saja:
Sary yang lembut dan keibuan tuh paling sabar menghadapiku yang memiliki temperamental menyebalkan ini πŸ˜€

Danny yang perasa tetapi pikiran logisnya membantuku untuk tetap waras.

Ichy yang masih muda dan periang sungguh mampu membuat aku tertawa di saat terburukku.

Zul dan Aria, meski tak saling mengenal, mereka mempunyai karakter yang sama. Tenang dan sabar. Selalu punya solusi untukku. πŸ™‚

Saidah yang bersedia menampung air mataku selalu.

Irfan si bandar meri (ini gimana ceritanya sih bisa dijulukin gini?) selalu mendoakanku dari jauh. πŸ™‚

Terima kasih yang tak terhingga untuk kalian πŸ™‚ Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian lebih dari apa yang sanggup aku beri (yang hanya berupa senyuman semata)…

Nah, tipe seperti aku tentu lebih cocok dilengkapi oleh orang yang pendiam, tidak terlalu mudah panik, tidak suka keramaian, dan tegas. (iya, ini kode tingkat kabupaten, wokeh?)

Perbedaan karakter semua sahabatku benar-benar seperti pelangi. Makanya aku suka berceloteh tentang mereka dan membanggakan mereka berulang kali pada kalian, pembaca blog ini πŸ™‚

(bagi kalian yang sangat mengenalku tentu tahu, sebenarnya bukan tulisan di atas yang mau kujabarkan. ya kan? ya kan? hihihihi…)

Belum… Aku belum siap. Belum waktunya membicarakan ‘perbedaan indah yang sesungguhnya’ πŸ™‚ Ditunggu saja πŸ˜‰

Make A Wish

Oke, ini bagian OOT.
Aku merasa sudah mendapatkan #kode penentuan dari Allah. (sok tau lu, An!) Dan kini aku tinggal menunggu kesiapan yang di sana. (elu ngomong apa sih, An?????) Setelahnya, memecahkan #kode itu ke udara agar semesta dapat melihat betapa indah rencana Allah πŸ˜‰ (An, sekali lagi lu ngejelimet, tendang ke Madagaskar!)

Terima kasih sudah mau membaca hal geje (Gak jelas) ini πŸ˜› Semua akan indah pada waktu-Nya πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s