Let It Flows

Membiarkan semuanya mengalir alami. Memasrahkan skenario-Nya dilakoni dengan baik.

Entah berapa puluh kali aku memaksa untuk bertahan sesuai yang kuyakini pasti mampu kulalui hingga akhirnya keangkuhanku hancur dan hanyut oleh arus deras. Dulu, dengan sok tahunya aku memampukan diriku untuk menghadapi semuanya sendirian. Allah membiarkan aku dengan keyakinanku itu. Seiring waktu, ketika tenagaku sudah nyaris habis, Dia membuatku mengemis dan memohon di pintu ampunan-Nya.

Inilah hasil keangkuhanku yang bertumpuk selama hampir satu dasawarsa. Belum lagi tinggi hati yang tersisa di masa lalu runtuh, kutumpuk dosa-dosaku hingga nafasku tersengal.

Apa yang tak Allah berikan padaku? Kesehatan, keselamatan, kenyamanan, kebahagiaan, kekuatan… Apa lagi? Mengapa aku terus mengeluh kurang dan tidak puas atas cinta-Nya?

Sementara di luar sana masih banyak yang membutuhkan apa yang sudah kupunya… Anak-anakku sehat. Masih banyak yang harus berjuang mati-matian untuk sekedar punya anak hingga program bayi tabung dan sebagainya.

Aku punya rumah yang sederhana, sementara di luar sana banyak yang tuna wisma. Aku masih ada pemasukan bulanan meski sedikit, bandingkan dengan para jobless lain. Apa yang Allah gak kasih buatku?

Setelah melewati delapan tahun penuh liku dan terjun bebas ke jurang hingga berdarah dan patah-patah (iya ini bagian lebaynya), sekarang aku siap untuk berjuang meraih apa yang seharusnya menjadi milikku. Waktuku yang terbuang delapan tahun bukanlah suatu hal yang siasia. Allah menempaku untuk lebih kuat.

Dan… Allah tengah mempersiapkan pengganti yang lebih baik. Bentuk reward dari Allah karena aku lulus di satu ujian-Nya. Geregetannya, aku masih harus menunggu. Setelah delapan tahun, masih ada sedikit waktu lagi untukku bersabar…

Biarkan segalanya mengalir. Itu yang kulakukan sekarang. Biarkan Sang Sutradara mengatur adegan selanjutnya dan aku jalani peranan yang diberikan. Menuntut hanya menjadikanku manusia manja.

Memang benar orang bilang kalau semakin kita bertambah tua, semakin sedikit permintaan kita pada Tuhan. Aku merasakannya sekarang. Aku tak lagi memimpikan dan meminta selain untuk kebahagiaan 4 pria ganteng kecintaanku 🙂 Mereka bahagia, tak akan tergantikan oleh apa pun 😉

~dalam doa, asa, dan mimpi yang satu~

PS: terima kasih pada para sahabat terbaikku ~>
Vey bunda Shasya, Vei bunda Air, Kiki bunda Caca, pakde Bambang, Zul, Sary, Saidah, Kiky, Ichy, Ona, Danny, Aria, Indra B7RU, teh Mella, teh Rien, Irfan.
Without you all, am nothing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s