Belajar Pada Siapa?

Sepertinya aku sudah mulai menemukan cara belajar bahasa Sunda: hapus kosa kata loma dan lemes ka sorangan. Hafalkan kosa kata lemes ka batur. HANYA ITU!

Aku gak mau kena tegur dan omelan hanya karena terlalu kasar pada orang lain… Padahal gak ada niatan buruk atau gak sopan… *nangis di pojokan*

Itu sebabnya aku suka sebel membaca kamus, karena basa lemes ka sorangan tuh ada yang sama dengan loma, tapi ada yang sama dengan lemes ka batur. Ngeselin gak sih?

Petinju hebat pun pernah kena pukul. Kalau mau hebat, harus berani terima resiko #LifeSharing ~ Bayu Gawtama

Kutipan yang bagus. Jadi, untuk menjadi kuat ya harus bonyok dulu. Baiklah, pelajaran berikutnya. Mungkin, pola belajarku dalam menyerap bahasa Sunda adalah one way untuk saat ini. Salah? Menurutku, kamus malah lebih banyak menyesatkannya. LOL. Sementara buku novel atau puisi atau sajak aku juga belum punya, ya sudah, terima nasib aja belajar online. Intip grup Fiksimini Basa Sunda di fesbuk, stalking komen-komen ngacapruk orang-orang Sunda di fesbuk, dan ngapalin kosa kata basa lemes ka batur. Titik.

Aku bukannya takut salah berbahasa. Tapi jarak ini sumpah mampus nyiksa banget! Mau belajar langsung pada ahlinya, mereka yang native speaker, jauh! Untuk saat ini (iya ini asli lebay). Mungkin aku harus minta ID YM mereka? Atau via inbox fesbuk? Hm, kang Dhany melakukannya dengan keren. Meski aku tahu banget dia lebih sering pakai basa loma 😀

Menyimak grup fiksimini basa Sunda, lagi-lagi aku kesulitan menangkap tingkatan bahasa yang mereka gunakan. Bodo deh, yang penting baca dulu. Jangan komen kalo gak mau sakit hati. Mwahahahahaha… Tapi ada baiknya semua orang Sunda asli tetap memberikan komen padaku dalam bahasa Sunda, gak papa. Biar aku tetap menyerap ilmu mereka tanpa harus balas komentarnya. Daripada salah lagi? Masih untung kalo gak ditoyor 😀 hehehehehe…. Kalo dianggap kurang ajar????? *hix* 😦 Dikritik sih gak masalah. Ditegor sih aku terima. Tapi dianggap kurang ajar sih aku gak rela 😦 *trauma menahun dan abadi*

Jadi, adakah Kamus yang benar-benar rekomen? Agar aku gak salah lagi membedakannya?

Lantas, apa bedanya basa lemes ka sorangan dengan lemes ka batur? Kenapa hampir semua menjawab “sama aja kok.” Lah buktinya aku salah pakai lemes ka sorangan? Tsk…. Pegimane urusannya ini? *tujes-tujes kang Agus di Ciremai*

Allah, melewati setahun pertama ini harus benar-benar bermental baja… *jiah, bahasa lo najong, An!*

Bismillah!
Demikian curhatan di sore hari hujan bikin banjir. Ya di rumah, ya di hati. *keselek* Hey patjarkuh! Kamu di mana? *pengalihan isu*

Iklan

2 thoughts on “Belajar Pada Siapa?”

  1. Aduh mba An jadi banyak postingan yg berbau sunda nih…
    Tetap belajar aja mba, belajar terus. Nah, tentang pertanyaan ‘belajar pada siapa?” Yang pasti bukan belajar sama saya. Karena kalo belajar sama dijamin basa sunda nya “ngaco”. Saya sudah tidak paham apa itu undak usuk basa, hanya paham sedikit bahasa halus/lemes dan kasar/pasaran. Lainnya? Ya ngalir aja. Gitu aja. Mudah saja. Toh saya bukan sastrawan, hanya pemakai basa sunda aja…
    Jadi, santai aja belajar basa sundanya mba, tambih rieut pami nurutkeun aturan-aturan mah. Lepat oge teu nanaon, namina oge pan diajar….hehehe
    Salam,

    Suka

    1. aturan kan ada untuk dilanggar, bukan? *premannya keluar* *ajaran sesat* nyahahahaha….

      iya, mumpung lagi semangat dan semoga gak kendor. hanya saja pintaku gak muluk2: kalo aku salah ya punten buru2 aja ditegor, jangan didiemin… kalo diem aja gimana aku bisa tau letak salahku di mana?

      nuhun nya pakde 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s