Segala Cintaku

Haiyah! Mengapa akhir-akhir ini aku selalu membahas masalah cinta? Ya, karena cinta itu indah. Cinta itu milik kita semua. Cinta itu senyum yang tak pernah kita sadari tersungging di wajah kita setiap saat ๐Ÿ˜‰

Tulisan ini tak akan membahas apa pun kecuali rasa terima kasihku kepada semua orang yang singgah dan menetap di hatiku. Menceriakan hariku. Terutama, tentu saja, kepada kedua orang tuaku yang menjadi perantara lahirnya aku ke dunia fana ini.

Kepada adikku semata wayang yang karenanya aku tetap kuat berdiri hingga detik ini. Di balik dingin sikapnya yang tak banyak bicara, tersimpan semesta kasih sayang nan lembut untukku dan kedua keponakannya ๐Ÿ™‚

Mujahid kecilku yang selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali: Umar dan Salman. Betapa hidup terasa jauh lebih berwarna dan riang semenjak kehadiran kalian berdua. Alasan bunda untuk selalu pulang dan kembali memeluk penuh kerinduan yang tak pernah terpuaskan…

Semua orang yang kusayang, tanpa kecuali… Siapa pun kalian, telah memberi arti dalam hidupku. Sungguh, terima kasih ๐Ÿ™‚

Verry Hindartieni, sahabat sejak belum lagi kita bersekolah. Terima kasih segala kecerewetanmu ๐Ÿ™‚
Kiki Oktora, sahabat sejak kuliah di UI. Ya, aku tak akan pernah lupa bahwa aku memiliki kakak sebaik dirimu.
Sary Melati, ibu dari empat orang anak yang luar biasa. Kesabaran dan ketangguhanmu adalah mutiaraku yang terbaik.

Adrian, yang membuatku mencintai komik ๐Ÿ™‚
Rizki Budiman, seniorku yang galak dan sadis tetapi membuat kisah kita ke Cirebon tak terlupakan.
Bainilah, sepotong kisah yang selalu membuatku tersenyum.
Ahmad Irfan Alfaris, you always know why I can’t forget that way…
Denny Kurniawan, jika tak ada kamu, tak akan ada dua permata termewah di rumah ๐Ÿ™‚

Arief Wirawan, ketenangannya meleburkan segala gundahku yang meradang.
Aulia Halimatussadiah, you make me stronger than before.
Indra Dwi Cahyanto, yang tak akan pernah kulupa. Pengorbananmu sungguh luar biasa.
Panji Al Fathoni, kakak terbaik dengan wejangan yang tak akan pernah terhapus dari benakku.
Dewi Noorsanty Baaman, kecantikan hati yang selalu menjadi inspirasiku.
Mohamad Sofyan, keceriaanmu sebanding dengan kebawelanku, ya?
Amirullah Muh. Amin, sahabat terbaik yang menjadi cahaya di kala gelapku datang.
Emiralda Noviarti, terima kasih atas spontanitas kasihmu.
Daniel Prasatyo, ‘cinta’ kita memang unik ya? Terima kasih sudah mau jadi tong sampahku.
Beriozka Anita, inspirasiku yang terus mengalir.
Panca Ardiansyah, sifat kritis yang selalu kubaca itu mengingatkanku pada adikku ๐Ÿ™‚
Kaharuddin Indra, my Indonesian version of Maher Zain ๐Ÿ˜‰
Irfan Arifuddin, tak bosan membaca ocehanku di YM, kan?
Hendrik Giantoro, yang tak pernah bosan mengkritik dan menguatkanku.
Gusti Zuchraidy Ichwansyah Noor, keceriaan yang selalu membuatku tersenyum.

Aku sadar bahwa kalian tak selamanya dapat hadir untukku secara fisik, tetapi aku merasakan cinta kalian melalui doa yang terasa olehku dalam setiap nafas dan airmataku…

Sungguh, terima kasihku pada kalian. Entah dengan apa aku bisa membalas semuanya. Kuharap doaku pada Allah dapat menebus segala kekuranganku dalam melayani kalian yang sudah terlalu baik padaku. Selagi aku sanggup menuliskan rasa ini, maka biarlah menjadi abadi di mataMu, ya Allah…

~Depok, ketika kesunyian membuatku tak berdaya~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.