Jejak Jejaka Kelana

Kepada kalian yang berada di kota Jogja dan Makassar.

Selamat pagi, siang, sore, malam untuk kalian. Semoga Tuhan selalu memberi cahaya bagi setiap langkah kalian menuju masa depan.

Pertama kali mengenal kalian bertiga, seperti menjadi babak baru dalam hidupku. Hanya karena tidak sengaja melihat linimasa antara Rendra dan Adel, maka aku bisa mengikuti linimasa Daniel dan Mumu.

Mengenal Rendra pun dari Aan dan juga karena tagar IMBTnya yang seru. Tak banyak yang kuperhatikan dari linimasa Rendra waktu itu kecuali kegilaannya pada fiksimini. Hm, aku sendiri jarang setor ke fiksimini. Tergantung mood.

Malam itu, ketika Rendra mengatakan ada wadah menulis di blog jejakubikel, aku masih belum sadar dan mengerti apa itu. Iseng kubuka blognya dan kulihat ada tiga nama di sana. Rendra, Daniel, dan Mumu. Siapakah dua nama terakhir itu? Kucari di twitter. Kubaca linimasa kalian berdua. Aku hanya berkata “Oh” dalam hati tanpa langsung mengikuti kalian. Aku masih serius mempelajari jejakubikel.

Besoknya, aku mencoba menyetor sebuah tulisan. Juga besoknya lagi. Setelah itu aku sempat absen beberapa tema. Belum mendapat ide dan merasa terlambat. “Kagak bakalan diposting ini mah kalo telat,” pikiranku sempat down. Tetapi ketika Rendra bilang bahwa boleh menyetor tema lama, aku langsung seperti orang kalap. Menulis hampir lima tema dan mengirimkannya. Kemudian besoknya, besoknya, dan besoknya lagi aku begadang demi memenuhi semua tema. Tak boleh ada yang bolong.

Baru aku ikuti linimasa Daniel dan Mumu. Ternyata Mumu orangnya asyik. Aku membaca blognya. Semua tulisannya singkat tetapi agak ‘menyebalkan’ karena mayoritas horor. Belakangan aku juga baru tahu bahwa Mumu berbintang sama denganku. Aries. Oh ya, abaikan saja. Nggak penting. 😀

Mengenal Daniel seperti bertemu teman lama. Entah kenapa aku merasa sudah mengenalnya jauh sebelumnya. Rasa penasaranku menggantung begitu saja. Iseng melihat linimasamu, Dan. Ketika kau bilang kangen empal gentong Cirebon, seketika itu pula aku merasa bertemu teman sekampung. Hihihi…

Acara CubiGath di Kemang Jakarta semakin membuatku jatuh cinta pada kalian. Ah, inilah wujud kalian bertiga yang selalu membuatku tersenyum sepanjang hari di linimasa 🙂

Sungguh. Memiliki tiga orang saudara baru… Membuat hidupku semakin penuh warna. Ternyata benar. Aku akan selalu cinta pada kalian.

Tentu saja surat cinta ini tidak berakhir sampai di sini. Lembaran-lembaran cintaku akan terus tertulis nama kalian. Semoga hingga Tuhan memisahkan kita.

Dari: Aku yang selalu merindukan kalian.

PS: Surat ini aku copy jadi tiga ya? Biar kalian tidak berebut 😉 🙂

Depok, menjelang siang yang terang.

Iklan

6 pemikiran pada “Jejak Jejaka Kelana”

  1. Aku tak pandai membalas sanjungan, dan sama sekali tidak bisa romantis. Itu yang aku iri darimu, Diana! Tulisan-tulisanmu menginspirasiku dalam banyak aspek. Seperti sebentar lagi, ada proyek besar yang kami kira kamu harus dilibatkan banyak. Haha itu lain diskusi saja. Aku berterima kasih dengan caraku. Ijinkan aku kalau ada waktu menulis tentangmu juga. Oh ya, “Nama Di Belakang Karya”-mu sepertinya sudah tayang.

    Suka

    1. Terima kasih atas racun menulismu yang sungguh membuatku gila setiap hari… Sakau untuk terus menulis tiada henti. Terima kasih juga telah menerimaku menjadi bagian dari Jejakubikel… Sebuah kehormatan buatku…
      Apapun proyek itu, Ren, selama memang bisa membuatku lebih baik dalam mengasah proses menulisku, yuk mari…. 🙂

      Suka

    1. silakan bila berkenan.. aku malah merasa ini surat yang datar dan gak bagus 😦 maaf tak banyak cintaku pada kalian…. hanya seperti ini yang sanggup aku beri…semoga seiring berjalannya waktu, cintaku dapat berkembang lebih dalam dan indah. aku cinta jejakubikel… yang membuatku belajar menulis tiada henti… terima kasih! *hormat ala benteng Takeshi*

      Suka

  2. Ahhhh mbak Andiana, maafkan aku tak banyak bicara padamu saat bertemu. Sungguh, sejujurnya aku lelaki pemalu..

    Surat ini membuatku terharu. Aku merasa beruntung berteman-bersahabat-dan bersaudara dgnmu 🙂 *peluk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s