Lewati navigasi

Arsip Kategori: Uncategorized

Reblogged from Cinta Hikmah:

Serial Cinta Mengikat Jiwa dengan Misi Oleh Anis Matta

Genap tiga hari sudah ia menghilang. Genap juga tiga kali sang guru bertanya tentang keberadaan muridnya. Tidak hadir di halaqah ilmu bukan kebiasaannya. Apalagi tanpa pemberitahuan.

Ia salah satu yang paling rajin di antara semua muridnya. Tapi pada hari keempat akhirnya sang murid muncul juga. Tapi dengan wajah yang menyimpan banyak sedih.

Read more… 493 more words

artikel yang indah :)

Reblogged from Cinta Hikmah:

Serial Cinta Pesona Jiwa Raga Oleh Anis Matta

Pada mulanya adalah fisik. Seterusnya adalah budi. Raga menarik pandangan mu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya.

Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga.

Read more… 409 more words

Aku ingin menjadi seperti Khadijah bagi Muhammad... ~dalam doa, asa, mimpi, dan tujuan yang satu~

Reblogged from Cinta Hikmah:

Serial Cinta Cinta Bersemi di Pelaminan Oleh Anis Matta

Lupakan! Lupakan semua cinta jiwa yang tidak akan sampai ke pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisika. Semua cinta dari jenis yang ini yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nashr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.

Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah.

Read more… 354 more words

~dalam satu doa, mimpi, tujuan, dan harapan~

Reblogged from Opera Aksara:

Click to visit the original post

Hai.

Apa kabar teman-teman? Semoga semua baik-baik saja, meski kita sama tahu menjadi baik-baik saja bukan perkara mudah. Selalu ada saja yang mengganjal di antara hal-hal baik. Sungguh, kadang pikiran tak melulu dapat tersampaikan dengan baik melalui ucapan. Maka, mari tuliskan.

Sudah sejak lama saya ingin membuat sesuatu untuk perempuan. Perempuan adalah perkara yang tak pernah membuat saya bosan berpikir. Juga, perempuanlah yang mengajarkan saya bagaimana berpikir.

Read more… 200 more words

Bukan mimpi yang muluk karena setiap orang berhak untuk berbahagia dengan caranya sendiri. Termasuk aku, kamu, dia, mereka, dan semua orang! Raihlah mimpi bahagiamu!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.