Pilihan Terbaik Dari Allah

Entah mengapa, calon rumah baru yang adikku suka justru yang aku survey pada tanggal 11 Januari 2012 lalu. (hey, ini #kode ;) ) Melalui shalatnya dan juga doa-doaku, kami condong pada satu pilihan dari beberapa yang telah dibandingkan.

Hari ini dimulai dengan bangun pagi yang super sulit untuk Salman yang masih kelelahan. Kemudian kami bertiga berangkat ke Bandung menggunakan bus MGI paling pagi bersama adikku. Tak henti aku berdoa semoga anak-anak dikuatkan dan disehatkan agar lancar perjalanan ini.

Sampai di Bandung pukul 9 pagi dan sarapan di Ampera. Kemudian niatnya sih menunggu bus yang ke arah Jatinangor. Tapi lama ya, bo? Jadilah kami naik taksi ke Cibiru yang menghabiskan ongkos Rp50.000,- !! *pingsan*

Lumayan lama juga di Cibiru. 4 jam hanya untuk menentukan sikap. Allah, aku dan adikku tak henti memohon petunjuk-Nya. Dia Maha Penentu. Ada rasa degdegan tapi tidak sampai menimbulkan gelisah. Masalahnya kami harus menghitung ulang segala perincian biaya yang ada. Ada rasa ingin menangis. Entah karena apa. Tetapi aku yakin, ada hikmah dari semua ini. Allah, selalu menguji kesabaranku dengan cara-Nya yang unik dan indah.

Setelah dari Cibiru, kami ke daerah Kebon Kalapa. Biasalah, kukurilingan teu puguh. Niatnya sih ngilangin stres. Hihihihi… Lumayan dapat 1 jaket abang Umar plus mainan untuk dia dan adiknya. Umar sempat ngotot mau main di Timezone di King Plaza. Waduh, bisa pulang malam kalau begini mah. Kutegaskan bahwa kami akan segera pulang ke Depok. Toh dia sudah mendapat mainan.

Kami naik bus Bandung-Depok yang berangkat pukul 5 sore. Kebayang ya bagaimana hari ini untuk seorang anak usia 6 tahun dan 3 tahun? CAPEK LUAR BIASA. Lah, emaknya aja ngerasa mau remuk redam begini. *hweh* Tapi perjuangan belumlah berakhir. Masih ada yang harus kami selesaikan terlebih dahulu.

Ketika aku mendapat sedikit rasa lega tentang sebuah pilihan, mendapat berita melegakan lainnya tentu saja membuatku tersenyum senang. Alhamdulillah, aku ikut senang. Yah, apa pun itu, meski pun aku tak mengetahuinya langsung, tetapi dapat kurasa dalam hati. Aku mengamini. :)

Kembali ke Depok sebenarnya dengan perasaan gamang. Bukan lagi rumahku. Sementara rumah baru pun sampai saat ini nge-blur alias masih berbayang tak jelas. Pemilik rumah baruku dengan bahasa tubuhnya yang SANGAT JELAS TERLIHAT mengatakan agar aku segera angkat kaki dari rumahnya. Oh baiklah… Tingkat stresku berkurang satu dan bertambah satu. Jadi? Ya podho ae toh? Hwaduh…

Entahlah… Hingga detik aku menulis ini, aku masih ingin berdua dengan-Nya. Menumpahkan segala ketidakberdayaanku. Betapa aku membutuhkan-Nya untuk memelukku dengan segala kuasa dan cinta-Nya. Illahi Rabb…

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s