Lewati navigasi

Arsip Bulanan: Februari 2012

Kuliah twitter oleh Daeng Khrisna Pabichara 29 Februari 2012. Simak yuk!

=-=-=-=-
1. Pengulangan kata atau reduplikasi dapat dilakukan pada kata dasar, gabung, atau berimbuhan. #bahasaIndonesia

2. Kata yang terbentuk sebagai hasil dari proses pengulangan dikenal dengan nama ‘kata ulang’. #bahasaIndonesia

3. Berdasarkan hasil pengulangan, kata ulang terdiri dari: a) murni; b) berubah bunyi; c) sebagian; dan d) berimbuhan. #bahasaIndonesia

4. Kata ulang murni ialah kata ulang yang bagian perulangannya sama dengan kata dasarnya, seperti rumah-rumah. #bahasaIndonesia

5. Kata ulang berubah bunyi ialah kata ulang yang bagian perulangannya terdapat perubahan bunyi. #bahasaIndonesia

6. Kata ulang berubah bunyi mengalami perubahan bunyi, baik vokal maupun konsonan. #bahasaIndonesia

7. Contoh kata ulang berubah bunyi yang mengalami perubahan vokal: bolak-balik, tindak-tanduk, pernak-pernik, dll. #bahasaIndonesia

8. Contoh kata ulang yang mengalami perubahan konsonan: cerai-berai, sayur-mayur, ramah-tamah, tindak-tanduk, dll. #bahasaIndonesia

9. Kata ulang sebagian ialah kata yang perulangannya terjadi pada suku kata awal, disertai penggantian vokal “e” #bahasaIndonesia

10. Contoh kata ulang sebagian: lelaki (laki-laki), pepohon (pohon-pohon), tetamu (tamu-tamu), bebukit (bukit-bukit), dll. #bahasaIndonesia

11. Kata ulang berimbuhan adalah perulangan kata yang disertai dengan pemberian imbuhan. #bahasaIndonesia

12. Kata dasar mula-mula diberi imbuhan, baru diulang. Contoh: kata dasar ‘atur’ » ‘aturan’ » ‘aturan-aturan’ #bahasaIndonesia

13. Atau, mula-mula kata dasar diulang, kemudian dibubuhi imbuhan. Contoh: lihat-lihat » melihat-lihat. #bahasaIndonesia

14. Ada juga jenis kata ulang semu. Disebut semu karena bentuknya seperti kata ulang, padahal kata dasar. #bahasaIndonesia

15. Contoh kata ulang semu: laba-laba, ubur-ubur, tiba-tiba, gara-gara, kupu-kupu, kunang-kunang, dll. #bahasaIndonesia

16. Sebab muasalnya kata ulang semu, maka akan berbeda artinya kalau dilakukan proses pengulangan sebagian. #bahasaIndonesia

17. Kata laba-laba misalnya, bisa bermakna keuntungan-keuntungan dan bisa diulang sebagian menjadi “lelaba”. #bahasaIndonesia

18. Akan tetapi, kalau makna laba-laba yang dimaksudkan adalah nama binatang, maka tidak tepat jadi “lelaba”. #bahasaIndonesia

19. Begitu juga, misalnya, dengan kata tiba. Arti kata tiba berbeda dengan tiba-tiba. #bahasaIndonesia

@TaqdirArsyad Gara-gara bukan bentukan kata gara, melainkan kata ulang semu. Jadi, pengulangan sebagian “gegara” kurang atau tidak tepat..

20. Pengulangan untuk mendapatkan makna ‘banyak, semua, seluruh’ dilakukan terhadap kata benda, seperti buku-buku. #bahasaIndonesia

21. Makna jamak tersebut juga digunakan pada kata berimbuhan, seperti pemandangan-pemandangan. #bahasaIndonesia

22. Pengulangan untuk mendapatkan makna banyak dan bermacam-macam dilakukan pada kata benda yang banyak jenisnya. #bahasaIndonesia

23. Contoh: buah-buahan (banyak dan bermacam-macam buah); sayur-mayur (banyak dan berbagai macam sayur); dll. #bahasaIndonesia

24. Pengulangan untuk mendapatkan makna ‘banyak dengan ukuran satuan dari kata dasar’ dilakukan dengan dua cara. #bahasaIndonesia

25. (a) Kata yang menyatakan satuan ukuran (panjang, berat, isi, waktu) dan nama benda yang menjadi wadah sesuatu. #bahasaIndonesia

26. Contoh: bermeter-meter (banyak, dihitung dengan meter); berbotol-botol (banyak, dihitung dengan botol); dll. #bahasaIndonesia

27. (b) kata bilangan yang menyatakan kelipatan sepuluh, biasanya berawalan “ber-”. Contoh: beribu-ribu. #bahasaIndonesia

28. Makna kata ulang ‘banyak yang disebut kata dasar’ dilakukan terhadap kata sifat. Contoh: tebal-tebal, dll. #bahasaIndonesia

29. Makna kata ulang ‘agak atau sedikit bersifat’ dilakukan pada kata sifat dan kata benda, biasanya berimbuhan ke-an #bahasaIndonesia

30. Contoh: kehijau-hijauan (sedikit atau agak berwarna hijau); kekanak-kanakan (sedikit bersifat seperi kanak-kanak) #bahasaIndonesia

Proses pengulangannya yang berbeda. Maknanya sama-sama jamak dan beragam. RT @Kyoshietama: sayur-mayur dan sayur-sayuran beda maknakah?!

@NinglvIbhel Sebab banyak masukan, lema tetangga dipisahkan dan dibedakan artinya dari kata tangga. Muasal dari kata yang sama (KUBI, KBBI).

31. Pengulangan dengan makna ‘menyerupai’ dilakukan terhadap kata benda berulang murni atau yang berakhiran “-an”. #bahasaIndonesia

32. Contoh: kuda-kuda (sikap menyerupai kukuhnya kaki kuda); mobil-mobilan (mainan yang menyerupai mobil); dll. #bahasaIndonesia

33. Makna ‘benar-benar’ dilakukan pada kata sifat, seperti jauh-jauh (benar-benar jauh, sejauh mungkin). #bahasaIndonesia

34. Makna ‘seringkali atau berulang kali’ pada kata kerja dalam bentuk pengulangan berimbuhan “me-” dan “ber-”. #bahasaIndonesia

35. Contoh: Mereka ‘menari-nari’ dengan gembira. Menari-nari » berulang kali menari. #bahasaIndonesia

36. Makna ‘saling atau berbalasan’ pada kata kerja dengan awalan “me-”, seperti ejek-mengejek, tembak menembak. #bahasaIndonesia

37. Atau, pada kata kerja yang pengulangannya berakhiran “-an” dan imbuhan gabungan “ber-an”. #bahasaIndonesia

38. Contoh: berkejar-kejaran (saling mengejar), kebut-kebutan (saling mengebut atau mendahului), dll. #bahasaIndonesia

39. Makna ‘dilakukan tanpa tujuan atau hanya bersenang-senang’ pada kata kerja, biasanya dalam bentuk kata ulang murni. #bahasaIndonesia

40. Contoh: Mari kita ‘duduk-duduk’ di luar. Duduk-duduk » sedang bersantai saja atau berbincang tanpa ujung-pangkal #bahasaIndonesia

41. Makna ‘tentang atau hal’ dilakukan pada kata kerja dengan imbuhan “me-” pada kata kedua, seperti jilid-menjilid. #bahasaIndonesia

–bersambung–

Dalam setiap doaku, hanya meminta yang terbaik untuk keempat jagoan gantengku. Aku percaya pada-Nya yang menggenggam jiwaku dan mereka. Mereka adalah penjaga hatiku, penenang jiwaku, pencerah pikiranku, dan harta terbaik dari Allah. Bagaimana mungkin aku tak semakin mensyukuri nikmat cinta-Nya?

doa terbaik

Allah, aku tahu bahwa kebutuhanku tak akan terpenuhi dalam satu waktu. Maka kunikmati semua proses rencana indah-Mu meski itu berarti ujian kesabaranku. Semoga Engkau ridho. Ampuni keterbatasan dan kelemahanku.

Allah, lindungi mereka. Berikan yang terbaik hanya dari-Mu. Kutitipkan penglihatanku pada mata-Mu ketika aku jauh dari mereka. Engkaulah sebaik-baik Pelindung.

Allah, jika tiba saatku kembali pada-Mu, hanya mereka yang ingin kulihat terakhir sebelum menutup mata. Terlalu tinggikah pengharapanku, duhai Kekasih?

Maafkan bila aku terlalu banyak menuntut. Siapalah aku yang hanya setitik debu di mata-Mu? Ampuni ibadahku yang kurang khusyuk. Ampuni amalanku yang kurang ikhlas. Semoga aku masih bisa mengoptimalkan kesempatan yang Engkau beri sebelum semuanya berakhir.

~dalam doa, asa, dan mimpi yang satu~

Tulisan ini tak akan panjang.

=-=-=-=

Haruskah menjadi keledai untuk menyadari sebuah kebodohan? Meski sebenarnya di balik semua itu, hikmah yang kupetik amatlah berharga, tak dapat dipercaya bisa sedahsyat itu…

Tahun 2003. Jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku sungguh memanggil nama seseorang. Tanpa kusadari siapa sebenarnya dia. Hanya sebuah nama yang kurasa sangat akrab denganku. Tetapi Allah berencana. Nama yang kupanggil, meski jaraknya tak terlalu jauh, masih tak bisa kujangkau apalagi kulihat.

Tahun 2011. Nama yang sering kusebut dalam ketidaksadaranku semakin mengusik. Ketika aku melihat namanya, sesaat aku terpana dan berkata, “That’s him!” tanpa tahu maknanya. Ketika dia mewujud sempurna di hadapanku, hanya satu yang kuucap dengan kesadaran penuh. “Subhanallah.” Perlahan, aku mulai memahami rencana Allah.

#kamu

Kini aku tahu, kehadirannya menumbuhkan keberanian dan menyentak kelengahanku. Allah tak pernah salah. Aku yang terlalu berburuk sangka pada-Nya.

Allah, segalanya telah mengubahku dan aku mengerti. Engkau mengetahui apa yang tersirat di lubuk hatiku. Kubiarkan segalanya menurut skenario terbaik-Mu. Engkau Maha Sempurna untuk segala kebutuhanku.

Jangan biarkan aku mengulang kesalahan. Bimbing aku menuju Jannah-Mu. Kutahu Engkau tak akan memberiku ujian melebihi yang sanggup kutanggung. Terima kasih tak pernah jauh dariku.

~dalam doa, asa, dan mimpi yang satu~

Banyak yang memenuhi hati dan pikiranku akhir-akhir ini. Semuanya mengusikku (jika tak boleh dikatakan mengganggu). Tak heran membuatku agak stres dan jerawat langsung menyerbu seperti penggemar fanatik. Aaaarrggghhh… T_____T

Aku mencoba mengurainya di sini (karena tak ada fasilitas mind map yang seharusnya (dan biasanya) dapat sangat membantuku).

Pertama tentang krucil gantengku Umar dan Salman. Terutama sekali adalah mengenai trauma healing yang menjadi PR jangka panjangku. Semua salahku yang terlalu banyak berpikir dan sok penuh pertimbangan hingga tak menyadari jika kedua anakku terus tumbuh setiap hari. Luka mereka semakin bertumpuk. Itukah yang kumau?

Pendidikan yang cocok untuk mereka saat ini adalah metode unschooling untuk perlahan menuju homeschooling. Setidaknya mereka nyaman seperti itu. Belajar bersama Bunda, di mana saja, kapan saja, dan bertemu siapa saja untuk menimba ilmu :)

rumah idamanku

Kedua adalah tentang rumah di Depok yang masih dalam tahap diiklankan. Banyak yang menawar, survey, menimbang, memikirkan, hingga sempat cocok namun tidak jadi. Menawar sih tentu saja boleh. Jika sesuai dengan bujet, kenapa gak? Tetapi kalau menawarnya terlalu Afgan juga ya keterlaluan toh? Di media mana pun aku membuka harga Rp280 juta dengan harapan yang menawar pun cukup realistis. Lah ini baru saja 30 menit lalu ada yang menelepon dan bertanya, “Gak bisa ya di bawah 100 juta?” *pingsan* Oke, jual beli rumah memang tidak seperti jualan kacang rebus. Sabar, tetap ikhtiar, dan serahkan segalanya pada Allah. :)

Sebenarnya aku sedang mencari investor yang bisa memercayaiku mengelola dananya dan demi Allah ini serius. (semoga siapa pun yang baca, bisa meneruskannya pada para the have itu ya?) Mungkin karena tampak rumahku saat ini tak cukup cantik untuk selera para penjual, jadinya mereka menawar dengan sadis. (hix).

Skenarionya begini:
Pertama aku pindah dulu bersama krucil ke Bandung. Kedua, rumah di Depok yang kosong itu direnovasi hingga terlihat pantaslah. Kemudian dijual. Nah ketiga, hasil penjualannya tentu bisa dikembalikan pada pemilik modal awal toh? Sederhana sebenarnya. Masalah hitungan rincinya bagaimana, yang berminat bisa hubungi aku langsung. Demi Allah aku tidak akan menipu. Gak berkah dunia akhirat…

Ketiga tentang pemasukan dan pengeluaran bulanan. Oh ya tentu ini klasik banget. I’ll do anything possible, as long as its halal and thayyib for my babies. So far, alhamdulillah kami bisa bertahan dengan segala rejeki dari Allah. Aku yakin, Dia tak akan menyia-nyiakan kedua jagoanku. Yang harus kulakukan hanyalah menjemput rejeki dari tangan-Nya. Semakin besar mereka, aku harus semakin kreatif, tidak lengah, dan gesit. Menyingkirkan ketakutan terbesarku: kelemahanku. Sulit memang, tetapi bukan berarti tak bisa ditaklukkan. :) I believe in Allah. As always.

Keempat tentang …. Ehm, yang ini sih dibahas tersendiri saja deh. (Iye, kamu, kamu, kamu, dan kamu sudah tahu kan aku mau cerita apaan?) ;)

Nah, dari ketiga poin yang memenuhi pikiran dan hatiku hingga galau itu… Berpusat pada satu tujuan: Bandung! *teteup yah!*

Jadi gini: (Seperti yang pernah kupusingkan bersama Saidah) apa pun yang pertama datang padaku, tetap aku HARUS pulang ke Bandung! Pekerjaan duluan? Gampang! Bisa ngekos sama krucil. Kalau pekerjaan itu kantoran, gaji aja nanny selama jam kantor. Kalau bisa dikerjakan di rumah, lebih santai lagi :)

Rumah duluan? Hyah, ini sih oke banget! Mantap jaya! Aku tak akan pusing tujuh keliling seperti sekarang. Dan semoga jerawat tak mau lagi singgah di wajahku ini :P

Justru pertanyaan retorik Saidah berikutnya yang membuatku makin galau. “Kalau jodoh duluan yang dateng, Mbak?” Mari mengamini yang ini juga. Doa yang baik harus diamini dengan penuh kesungguhan agar malaikat mendengar dan menyampaikannya pada Allah kemudian diijabah-Nya, bukan?

Seperti yang sudah pernah aku utarakan berulang kali, aku siap lahir batin. Allah Maha Tahu segalanya. Jadi, yang kulakukan saat ini tentu saja hanya berdoa dan berusaha memantaskan diri lebih baik lagi, toh? (elu ngomong apa sih, An??)

Semua akan mewujud sempurna dan indah pada waktu-Nya. Seperti ketika kita kecil, melihat sulaman ibu dari bawah tempat duduknya dan menggerutu, “Ibu sedang apa sih? Mengapa benang dan kain ini begitu berantakan?” Ibu hanya tersenyum dan tetap menyulam. Tentu saja, kita semakin kesal, bukan? Tak sabar dan uring. Tak jarang kita tarik-tarik benang yang menjuntai di bawahnya. Akhirnya Ibu hanya berkata, “Sabarlah, Nak. Sebentar lagi, kamu bisa melihatnya.” Tak lama, Ibu mengajak kita duduk di pangkuannya dan memperlihatkan hasil sulamannya yang indah. “Ini yang kamu tunggu, kan? Ibu membuatnya khusus untukmu.” Sulaman bergambar mobil (untuk anak laki) atau taman bunga (untuk anak perempuan). Kita terperangah dan berdecak kagum. “Cantik, Bu. Tapi mengapa di sisi sebaliknya begitu berantakan?” Ibu hanya tersenyum dan menjawab, “Karena kamu hanya melihat dari sisimu saja. Kalau Ibu melihat dari sini, cantik.”

Cerita itu menggambarkan hubungan kita dengan Allah, kan? Ini kisah yang merupakan tamparan untukku. Selalu tak sabaran dan mengeluh. Duh dosa!

setia menunggumu

Baiklah, delapan tahun menunggu yang terbaik dari Allah itu kupikir memang pas. Allah benar-benar mempersiapkan segalanya dengan Maha Sempurna. Betapa dhoif aku di hadapan-Nya…

Bismillah, laa haula wa laa quwwata illa biLlaah… :)

~dalam doa, asa, dan mimpi yang satu~

PS: tulisan ini sudah diracik dengan berbagai bumbu penyedap dan juga racun untuk para kepoers. silakan yang mau menelan mentah-mentah tulisan di atas. aku tidak bertanggung jawab. meski yang fiktif hanya sekian persen… (racun tidak berlaku untuk para sahabatku dong ah!)

Standar banget ya judulnya? Ember.

=-=-=-

Ini tentang perjuangan memperbaiki keadaan yang sudah hancur lebur. Trauma yang sulit dihilangkan, harga diri yang terkikis, dan kekuatan yang nyaris habis. Tetapi memiliki Allah, itu lebih dari cukup. Percaya pada-Nya selalu. Yakin bahwa Dia tak bermaksud meninggalkanku. Dia justru ingin aku mendekat pada-Nya meski dengan merangkak dan nafas satu-satu. Mungkin kedengarannya lebay dan terlalu berlebihan. Tetapi, aku yakin kalian tak akan mau ada di posisiku. ;)

Ini tentang keinginan kuat untuk bangkit dan berubah. Keadaan yang memporakporandakan jiwaku hingga nyaris berada dalam keadaan bipolar disorder, membuatku sempat menghentikan langkah. Ragu itu pernah menghantuiku. Tetapi seseorang, memberi secercah harapan itu. Ia mengingatkanku untuk bertahan dan berjuang demi kedua anakku. Ia yang sangat peduli dengan Umar dan Salman, menyentak kelengahanku. Ia yang selalu hadir di saat terburukku meski dalam seuntai doa.

Ini tentang keinginan untuk maju lebih baik. Dukungan semangat dari teman, sahabat, rekan, dan saudara sungguh tetap dapat menyalakan api mimpi itu. “Pasti bisa, An!” “Jangan takut!” “Tetap ikhtiar dan dzikir.” “Selalu didoakan.” Sungguh, betapa aku masih lebih beruntung… Terima kasih. Para sahabatku, yang mengerti aku, tak akan tergantikan oleh materi semahal apa pun.

Sahabat lamaku setia memberiku doa meski sekarang sulit untuk bertemu tatap muka, suara di telepon atau tulisan melalui sms / media sosial sudah lebih dari cukup. Untuk Vey bunda Shasya dan Ona, terima kasih tetap ada untukku.

Sahabat baruku, memberi warna pelangi melebihi perkiraan dan bayanganku. Terlalu indah dan memesona. Allah memberi kalian pada hidupku, tentu saja dengan hikmah yang luar biasa. Sary, Danny, Indra, Saidah, Ichy, Zul, Aria, Irfan… Kalian semua keren!

Ini tentang pelajaran tentang kehidupan dan dunia yang pernah kutinggalkan. Allah mulai menunjukkan, bahwa aku harus segera pulang. Kembali ke tempat di mana aku berasal. Ke Bandung. Ini bukan sekedar mimpi dan harapan kosong. Berjuta alasanku ada di dalamnya. Ini bukan asal ngecap dan tong kosong. Terima kasih dukungannya yang tulus kepada Abah Amin, Kang Jajang, Koh Bunhaw, Nyai Endit, dan Kang Edoy atas kesempatan belajar pada kalian dan segenap anggota Banyolan Sunda. Maaf selalu merepotkan ya?

Aku pasti pulang ke Bandung. Ke tempat seharusnya aku kembali dan berada. Terdengar lebay dan norak? Gak masalah :P

Allah, terima kasih atas segala cinta-Mu. Karena-Mu aku masih bisa menulis semua ini… Hingga menjejak sempurna.

~dalam doa, asa, dan mimpi yang satu~

PS: #kamu, yang pasti membaca postingan ini… Teristimewa terima kasihku untukmu. :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.