Lewati navigasi

Arsip Bulanan: Desember 2011

Resolusi langsing? Halah, so last year deh :D Sudah tidak berpikir ke sana, yang penting sehat :p Karena ternyata aku bisa kurus dengan sendirinya karena capek ngurus anak-anak yang tenaganya luar biasa ;)

Untuk anak-anak, semoga aku bisa tetap di jalan yang benar (halah) untuk mantap di jalur homeschooling atau bahkan unschool? Siapa yang tahu ya? Biaya untuk sekolah reguler bisa untuk membeli perlengkapan & fasilitas untuk belajar di rumah ;) Umar yang memang tidak bisa diam membutuhkan ruang lebih luas untuk bereksplorasi. Karena itulah, aku memilih untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anakku dengan cara pindah rumah.

Untuk adik semata wayangku, semoga segera dimudahkan jodohnya dan semakin berkah hidupnya. Sudah disalip hampir semua sahabatnya. Jadi merasa bersalah deh :(

Untukku sendiri? Lebih sehat keuangan, lebih banyak menulis, lebih bahagia (ya dong ah! kan sudah bertemu soulmate ;) *tulisan pengundang kepo*), dan doaku semoga diijabah Allah. Semoga Allah mengabulkannya dengan indah :)

Itu saja. Tidak muluk-muluk dan tidak ribet ;)

2011 segera berakhir. Setelah refleksi 1432 Hijriah, saatnya bagiku mengingat apa yang sudah terjadi selama setahun terakhir dan menyukurinya sebagai salah satu bentuk pendewasaan diri.

Karir, keluarga, dan cinta mendominasi gelombang pasang surut diriku di tahun 2011. Terpuruk dan bangkit pada saat yang sama. Menangis dan tertawa hingga orang lain bingung karena tak tahu apakah aku sedang berbahagia atau bersedih.

Ada keputusan penting kubuat tahun ini setelah bertahun-tahun digoblok-goblokin karena tak bisa memilih. Lega. Tetapi kemudian, seperti efek domino, aku harus dengan cepat membuat keputusan lain karena berpengaruh pada kehidupan kedua mujahid kecilku selanjutnya.

Aku sangat beruntung pernah mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari tim keren seperti Nulisbuku. Sungguh luar biasa karena aku bisa mendapat banyak hal dan pengalaman baru. Terima kasih kepada Ollie, Angel, mas Oka, dan mas Ega untuk kesempatan yang telah diberikan :)

Bertemu dengan teman-teman Jejakubikel, fiksimini, sajak_cinta, dan puisikita itu keren banget! Bertambahlah saudara dan temanku :) TAk bisa disebutkan satu persatu di sini. Kalian semua keren!

Bertemu lagi dengan mbak Esa, setelah terpisah lebih dari 15 tahun! Ya Tuhan, wanita hebat ini semakin tangguh dan kuat. Kehidupannya yang penuh kisah menjadi pelajaran berharga untukku.

Masih harus terus berjuang untuk bisa menjual rumah Depok dan membeli rumah di Bandung. Tak pernah berhenti berdoa untuk yang terbaik. Ya, jual beli rumah seperti mencari jodoh (katanya), cocok-cocokan. #uhuk

Umar dan Salman tumbuh lebih sehat, cerdas, dan kuat. Sepanjang 2011 tak sakit yang membutuhkan ekstra perhatian. Batuk pilek saja, karena bermain debu dan perubahan cuaca. Love my babies :)

Segala yang terjadi di tahun 2011/1432 membuatku semakin kuat karena banyaknya cinta dan dukungan untukku. Jika sepanjang tahun ini postingan di sini tersirat sebagai bentuk pelampiasan emosi, ya lebih baik daripada didiamkan menjadi penyakit hati dan berakhir konyol? :D Menulis itu membuatku bertahan untuk tetap waras ;)

Terima kasih untuk para sahabatku yang tak pernah lelah memberiku dukungan dan kritikan membangun. Selalu memberi solusi terbaik :) Tak pernah terbayangkan bila tak ada kalian. Sungguh, terima kasih…

Juga untukmu, seseorang yang telah memberi warna pelangi dalam hidupku. Allah tak pernah salah dalam membuat skenario. Terima kasih sudah menjadi separuh nafas dalam separuh jiwaku. :)

Terakhir, tentu saja kepada Allah, Pemilik jiwa ragaku yang hakiki. Tanpa pernah berhenti sedikit pun mencintaiku dengan cara-Nya yang Maha Sempurna. Aku semakin kuat karena memiliki-Mu seutuhnya.

~Depok, ketika segalanya berjalan sesuai waktu-Nya~

Kehadiran DPD yang belum dipahami oleh masyarakat dan saat ini terbentur dengan posisi serba tanggungnya sebagai lembaga legislatif (DPR) dan menjadi penyeimbang dengan lembaga eksekutif (pemerintah), membuat beban kerjanya cukup berat di tengah kompleksnya masalah yang dihadapi di setiap daerah. Ini adalah pekerjaan rumah bersama.

Bila semua rakyat di daerah menitipkan satu saja mimpi dan harapannya kepada DPD, maka berapa banyak yang bisa terwujudkan? Adakah 50%nya? Atau paling tidak, 25% dari seluruh harapan?

Untuk kemajuan sebuah daerah di mana pun, kesejahteraan adalah modal utama. Jika penduduknya bisa merasakan sejahtera dalam arti sesungguhnya, maka dengan perlahan namun pasti, perkembangan daerah pun akan meningkat. Tanggung jawab pemerintah daerah untuk menampung aspirasi rakyat dan mendukung segala opini untuk kebaikan bersama haruslah direalisasikan dengan cermat.

DPD RI

Maka saya berandai-andai menjadi salah satu anggota DPD RI yang dipercaya oleh rakyat, yang menjadikan fokus utamanya adalah kesejahteraan. Seperti apa yang diimpikan saya? Pertama adalah kemudahan akses kesehatan. Bila rakyat sehat, mampu bekerja mencari nafkah dan belajar, maka untuk memajukan roda perekonomian daerah pun akan mudah. Kedua adalah akses internet. Di jaman digital seperti sekarang, mencari informasi apa pun menjadi semakin mudah. Pendidikan tentang internet harus menjangkau semua lapisan masyarakat. Internet murah untuk rakyat tidak hanya menjadi slogan.

Fokus kedua adalah pelestarian budaya. Entah sudah berapa banyak warisan budaya Indonesia yang diklaim oleh negara lain. Ditemukannya benda-benda pusaka yang berpindah kepemilikan oleh warga asing. Kesenian musik / bahasa / tari / pakaian adat yang semakin langka. Bahkan beberapa bahasa daerah sudah punah. Menggiatkan kembali kecintaan terhadap pelestarian budaya setempat dengan kaderisasi dan digitalisasi sumber data sejarah dapat dijadikan langkah awal. Ini adalah sumber ekonomi dari segi pariwisata.

Fokus ketiga adalah merakyat. Selalu mendengar aspirasi rakyat langsung di lapangan. Mendatangi setiap sudut daerah dan berbincang tanpa pembatas. Rakyat senantiasa mempertanyakan untuk apa saja uang yang sudah dianggarkan pada APBD dan hasil perolehan pajak? Bagaimana dengan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia, apakah sudah benar-benar diberdayakan? Apakah ada manfaatnya pemekaran atau pembentukan sebuah daerah? Mendengar langsung dan bukan “katanya”.

Sepertinya terlalu mudah ya? Tetapi saya yakin, bila dilaksanakan dengan keteguhan hati, niat yang ikhlas, dan disiplin maka kesejahteraan daerah pun akan terwujud.

Ini hanya sebuah pengandaian. Saya sedang bermimpi sangat singkat dan mungkin terlalu absurd. Bagaimana dengan impianmu?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.