Arsip untuk September 2, 2008

Dian yang Mulai Padam 1

Ketika hendak kuambil lentera yang tersimpan dalam ruang berdebu itu, sejenak kumerasa tak berguna.

Seolah sudut ruang yang tak terlihat membisikkan cemooh sinisnya padaku…

“Hai, kamu yang melupakan lentera terbaikmu! Baru sekarang kau kembali?”

Aku terdiam terpaku…

Tak kuindahkan segala gumam…

Perlahan, aku menyentuh lentera itu… Kusingkirkan debu yang melekat erat hingga kuterbatuk dan sesak. Oh betapa tak adilnya aku membiarkanmu sepi terabaikan seperti ini. Masihkah bisa aku gunakan?

Nanti, akan kuceritakan kisah lentera yang nyaris tak bisa menyalakan kehangatannya ini…

—bersambung—

Komentar bertahan »