Satu?
Satu?
Bukan, bukan satu yang kuminta
Dua?
Oh, tidak! bukan dua seperti itu!
Tiga?
Aku tak memilih tiga…
Dalam diam, aku menunjuk pada satu tetapi bukan satu seperti itu!
Ya, satu!
Satu dalam sepuluh, dalam seratus, dalam sejuta
Satu: hening kemudian sepi
Satu…
Mengapa? Karena aku memilih satu itu untuk diriku agar tetap dalam sepi seperti yang biasa