Januari 21, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged gak jelas
gimana caranya mengatur WP ini? hehehehehe…. sebelum nulis beneran (mangnye sekarang bo’ongan?) makanya semua aku kopipas dari blog aku di http://romanpicisan.blogspot.com ajah…
di WP ini aku gak ngerti cara aplikasi html yang menyebalkan itu. yaaa..nikmati saja tulsian2 sederhanaku. oke? tq!
Januari 21, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged Orang Tua
Pernahkah aku memuji bahwa kau memang cantik?
Ya, bahkan saking sebalnya ketika seorang pria dengan seenak jidat mencium punggung tanganmu tanpa ijinku. Dia bukan bapakku!
Tak pernah kau terlihat letih meski bekerja hingga larut malam.
Wajahmu selalu segar dipoles make up wajar.
Meski ketika kau sakit, kau berusaha tampil seperti ketika sehat.
Tak heran karena kau memang cantik.
Di kantormu dulu, siapa yang tak kenal?
Tak hanya berparas cantik, hatimu jauh lebih cantik.
Tukang becak, penjual mangga gedong, kuli bangunan, penjual bakso… Semua pernah mendapat senyum manismu. Membuat mereka lupa lelah dan duka.
Ketika kau tak sanggup lagi meski hanya sekedar bedak tipis… Wajahmu semakin memucat. Kau tetap memaksa untuk tersenyum.
Ma, sampai kapan pun kau tetap cantik!
(dedicated: my beloved late mother)
Januari 21, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged Silent
Aku selalu bertanya pada Allah, mengapa Ia tak melepaskan penderitaanku?
Ia hanya menjawab bahwa akulah yang harus mengalahkannya.
Aku sering bertanya pada Allah, mengapa Ia tak memberiku kebahagiaan?
Ia tersenyum dan berbisik bahwa akulah yang harus mencarinya.
Aku menangis dan nyaris putus asa bertanya pada Allah, mengapa Ia hanya memberiku kesedihan?
Ia membelai hatiku dan menjawab, “Semua Kulakukan karena Aku mencintaimu!”
Lalu sayup aku mendengar QS. Ar-Rahman :13
Fabi ayyi alaa i Rabbikuma tukadziban?
Kemudian aku menangis… Kali ini karena bahagia karena ternyata Allah tak pernah meninggalkanku sendirian
Depok, Syawal 1424H (pas hari AIDS sedunia)
—diambil dari http://romanpicisan.blogspot.com —blog aku
Januari 21, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged Orang Tua
Ayah, aku masih ingat seluruh kenangan kala kau bersamaku
Aku masih ingat sewaktu kau bercerita tentang serunya menjadi kuli tinta
Asyiknya memburu berita perang di Afghanistan
Hebohnya meliput NASA dan kameramu hilang
Aku masih ingat, Yah…
Ayah, aku masih ingat ketika mama mendahului kita
Kau tampak begitu terpukul dan marah
Kau bahkan tidak bisa lagi bercanda seperti dulu lagi
Tak ada lagi kehangatan dalam senyum penuh kharisma itu lagi
Ayah, kini kau amat rapuh dan jauh
Kau begitu antipati dan apatis terhadap semuanya
Aku tahu kau menderita amat sangat tak berkesudahan
Namun kau juga harus mengerti, Ayah… Aku lebih menderita
Ayah, dari sekian banyak kenangan kita, aku ingin berucap satu hal…
Aku masih mencintaimu meski tiada lagi aku di hatimu
Feb 5, 2003
(Maafkan aku, Ayah… Aku pilih jalan sendiri)
Januari 21, 2008
· Disimpan dalam Uncategorized · Tagged Puisi
saat engkau singgah
menepi di tepian hatiku
menjadi penawar segala gundah
menemani semua sepiku
hingga kamu
aku
satu
dalam indah angan cinta
bila disana
didepan kita
perbedaan menyangkal semua makna cinta
menghalangi arti perjalanan ini
kuingin janjimu setia
menjalani segala yang terjadi
DALAM HARAPKU
kupintakan agar selamanya
kita tetap sejiwa
dalam langkahku
kuyakinkan segala asa padamu
melangkah bersama cintamu
SEMOGA tegar
melebur
terukir takdir
01:28.100203.wie
(Thanks a lot, Wie!!! Arigatou gozaimashita!)